Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » Polresta Yogyakarta ungkap kasus "Tukang Peras"

SLEMAN - Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Yogyakarta ungkap kasus tindak pidana pemerasan dengan ancamam senjata tajam, Senin (21/9/2015). Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Heru Muslimin kepada sejumlah wartawan diruang kerjanya mengatakan bahwa saat ini telah diamankan seorang tersangka yang berinisial TK (21) mahasiswa asal Wamena , Papua. " Tersangka TK diketahui telah melakukan serangkaian tindak kejahatan yakni pemerasan , terakhir kali menimpa korban Wilis Dewi Safitri (25) warga Sendangrejo , Girirejo , Miri Sragen yang kos  di daerah  Mlati, Sleman, kejadian yang terjadi pada 12 September 2015 di salah satu hotel sekitar XT Square Umbulharjo Yogyakarta  itu korban diperas dan diancam dengan senjata tajam oleh tersangka , karena ketakutan akhirnya korban menyerahkan uang sejumlah Rp 1.080.000,- kepada tersangka, motif tersangka ingin menguasai uang tersebut untuk bersenang-senang. Korban melaporkan ke anggota dengan Laporan Polisi yang bernomor LP/477-B/IX/2015 SPKT tanggal 14 September 2015 .Dengan kerja keras anggota kami maka saat ini diamankan tersangka TK beserta barang bukti satu bilah pisau sangkur panjang 25 cm dan tas warna hitam. ," jelas Heru. Katanya lagi selain kasus tersebut ada 4 Laporan masyarakat  yang diterima Polresta Yogyakarta dengan pelaku yang sama . Diantaranya menimpa korban Anugerah al Rahma (31) warga Umbulharjo, Iwan Ridwan (48) penduduk Warungboto Umbulharjo, Lambang Ar Rohmat (29) warga Temulawak Sleman . "Ketiganya merupakan korban Pemerasan dan pengancaman yang dilakukan tersangka TK. Korban menderita kerugian antara Rp 116.000 - Rp 150.000 . Sedang satu korban lainya Donny Yermogoin (21) warga Depok Sleman merupakan korban penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan tersangka di depan Hotel Garuda Malioboro. Pasal yang dikenakan kepada tersangka yakni 368 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara dan Undang-undang darurat Nomor 12 Tahun 1951 ancaman 10 kurungan. Sedangkan untuk kasus penganiayaan dan pengeroyokan kita kenakan pasal 351 dan 170 KUHP," tutup pria yang pernah menjabat Kasat Res Reskrim  Polres Sleman Ini.

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post