Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » Harga BBM Sebaiknya Tidak Mengikuti Harga Minyak Dunia

Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mengalami naik turun dalam jangka waktu tidak menentu karena pemerintah mengikuti harga minyak dunia membuat Organda kebinggungan dalam menentukan tarif angkutan. Oleh sebab itu Organda akan meminta kepada pemerintah agar tidak lagi mengikuti mekanisme harga pasar internasional.

Harga BBM yang yang tidak menentu tersebut nantinya akan menjadi salah satu pembahasan utama dalam agenda Musyawarah Nasional (Munas) Organda 2015 yang akan di gelar di Yogyakarta tanggal 8-10 Juni.

Dalam jumpa pers menjelang Munas, Ketua Organda DIY, Agus Andrianto mengungkapkan selain pemilihan ketua umum Organda, ada lima hal yang menjadi topik pembahasan utama. Pembahasan tersebut antara lain penertiban angkutan illegal, zero logic di timbangan, usulan langkah kongkret pemerintah agar pemerintah tidak mengikuti lagi harga BBM pasar dunia.

Organda akan mengusulkan kepada pemerintah agar tidak lagi mengikuti harga pasar minyak dunia yang selalu tidak menentu. Sebaiknya pemerintah membuat regulasi sendiri dan alangkah baiknya harga minyak, BBM, di Indonesia dibuat secara stagnasi atau ditentukan setiap setahun sekali. Sehingga Organda tidak terlalu kesulitan menentukan tariff angkutan” jelas pemilik PO Langen Mulyo ini.

Agus menambahkan mengingat sebentar memasuki masa lebaran, meski belun diagendakan dalam Munas nantinya juga tidak menutup kemungkinan nantinya akan ada pembahasan terkait arus mudik serta arus balik. Di mana hal ini menjadi kegiatan rutin setiap tahun. 

Dalam menghadapi arus mudik serta arus balik, sambung Agus, Organda DIY telah mempersiapkan armada cadangan sebanyak 40 armada atau sebanyak 10% dari bus yang beroperasional setiap hari, baik bus ukuran besar maupun sedang, untuk angkutan AKAP. Semantara untuk bus pariwisata Organda DIY siap memback up sebanyak 700 unit.

Tertibkan kendaraan illegal

Lebih jauh Agus Andrianto juga berharap adanya kendaraan atau angkutan illegal hal ini harus ditertibkan. Apalagi kendaran ini, seperti becak motor atau betor, tidal layak sebagai kendaraan angkutan. Becak motor maupun kereta mini yang banyak beroperasi di Yogyakarta tidak memberi jaminan keamanan penumpang. Oleh karena itu kendaraan ini harus ditertibkan dan pihak terkait harus segera menegakkan aturan atau hukum yang berlaku.

Sebaiknya penumpang memilih kendaraan atau angkutan yang aman, karena bila terjadi kecelakaan penumpang yang mengunakan kendaraan illegal tidak akan mendapat jaminan asuransi. Maka Organda tidak merekomendasikan angkutan tidak resmi ini.” himbuanya. (anjar) 

About Info -Jogja.com

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post