Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » Akhir Sengketa Pembangunan Toko Bakpia 75

Toko Bakpia 75 (fajar)
Setelah gugatannya di tolak oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Yogyakarta pada pengadilan tingkat pertama dan oleh Pengadilan Tinggi Yogyakarta di tingkat banding. Sengketa antara Djoni Salim selaku Penggugat melawan Tergugat M Hidayat terkait pembangunan Toko Bakpia 75 yang terletak di Jalan Magelang KM 4,5 (depan TVRI) Yogyakarta telah mencapai babak akhir. Gugatan yang di ajukan Djoni Salim mulai Desember 2010 lalu akhirnya dikabulkan Majelis Hakim tingkat Kasasi di Mahkamah Agung RI.

Menurut keterangan Fajar Setia Kusumah SH selaku Kuasa Hukum Djoni Salim pada wartawan Rabu siang (15/4), perkara Kasasi bernomor 160 K/PDT/2013, Majelis Hakim Agung pemeriksa perkara yang diketuai H Mahdi Soroinda Nasution SH MH serta Hakim Agung anggota Dr Nurul Elmiyah SH MH dan Syamsul Ma'arif SH LLM PhD. membatalkan putusan PT Yogyakarta Nomor 06/pdt/2012/PTY dan putusan PN Yogyakarta nomor 121/Pdt.G/2010/PN.Yk. Selanjutnya Hakim Agung mengadili sendiri perkara tersebut. 

Dalam pertimbangan hukumnya Majelis Hakim Agung menyatakan Tergugat atas nama M Hidayat sebagai pemilik bangunan Toko Bakpia 75 jalan Magelang terbukti belum membayar biaya pembangunan bangunan tersebut kepada Penggugat Djoni Salim selaku kontraktror yang membangun toko tersebut. Karenanya M Hidayat di hukum untuk membayar kerugian materiil kepada Djoni Salim sebesar Rp. 2.904.000.000,00 (dua milyar sembilan ratus empat juta rupiah) di tambah denda/bunga Rp. 87.120.000,00 (delapan puluh tujuh juta seratus dua puluh ribu rupiah) per bulan, terhitung sejak gugatan di ajukan bulan Desember 2010 hingga putusan ini dijalankan oleh pihak Tergugat. 

Sehingga papar Fajar per April 2015 ini kalau dihitung kerugian yang harus dibayarkan oleh M Hidayat pada Djoni Salim adalah sebesar RP. 7.434.240.000,00 (tujuh milyar empat ratus tiga puluh empat juta rupiah). Dalam kesempatan itu Fajar Setia Kusumah juga menegaskan putusan perkara tersebut sudah berkekuatan hukum tetap, sehingga tidak ada alasan bagi M Hidayat untuk tidak melaksanakan isi putusan perkara. Lebih lagi jika yang bersangkutan terus menunda pelaksanaan isi putusan, maka jumlah kerugian yang harus di bayar akan semakin besar. 

Putusan Kasasi tersebut ungkap Fajar merupakan terobosan hukum di mana gugatan di pengadilan tingkat pertama dan tingkat kedua Majelis Hakim menolaknya, mereka berpendapat yang tepat di ajukan adalah gugatan wanprestasi.  Sedang gugatan yang di ajukan dalam hal ini oleh pihak Penggugat merupakan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Namun akhirnya di tingkat Kasasi Hakim Agung Pemeriksa Perkara menerimanya, mereka berpendapat wanprestasi merupakan perbuatan melawan hukum. 

Sedang putusan tersebut baru di ketahuinya akhir Maret lalu dan pihaknya dalam waktu dekat ini akan segera mensurati M Hidayat pemilik Bakpia 75 Yogyakarta .  

Menjawab pertanyaan wartawan kalau upamanya M Hidayat nanti akan mengajukan PK, Fajar mengingatkan bahwasannya PK (Peninjauan Kembali) tidak dapat menghalangi jalannya eksekusi. “Kalau begitu kita pasti akan tempuh langkah tersebut. Tidak ada toleransi atau tawar menawar lagi” pungkasnya. 

Penulis: Fajar Rianto

About Info -Jogja.com

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post