Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » Polres Sleman Gulung Jaringan Pengedar Psikotropika

Sampai dengan minggu ke-2 bulan Maret 2015 Satuan Resnarkoba Polres Sleman berhasil ungkap kasus penyalahgunaan Psikotropika di tiga tempat yakni di wilayah Dusun Kragilan Sinduadi Mlati, Kentungan Caturtunggal Depok dan di Wilayah Wedomartani.  

Hal tersebut dijelaskan Waka Polres Sleman M Tubagus Faisal didampingi Kasat Narkoba, AKP Anggaito Hadi Prabowo dan Kasubbag Humas AKP Haryanta saat dilakukan gelar perkara dihalaman Mapolres Sleman, Kamis (19/3/2015).  

"Keenam tersangka dan barang bukti kejahatan ini merupakan hasil ungkap kasus penyalahgunaan Psikotropika . Selain ratusan  pil beberap jenis turut diamankan pula satu unit Softgun dan 3 buah samurai atau pedang. Pada tanggal 9 Maret 2015 diamankan tiga tersangka yakni DA alias Depek(22) , RA (29) dan seorang  perempuan  RNH (27) ketiganya warga Mlati . Pada tanggal 12 Maret 2015 darihasil pengembangan ditangkap 3 tersangka , ES (23), AO (25) dan DK (21) di Karangnongko Sewon Bantul, kesemuanya warga Bantul dan penangkapan pada 14 Maret 2015 di berhasil mengamankan Tersangka yang berinisial SES (18) dan P (28) ditangkap sata berada di dusun Kentungan Caturtunggal Depok , "papar Faisal.

Dikesempatan yang sama Kasat Narkoba Polres Sleman mengatakan bahwa jenis Psikotropika yang diamankan diantaranya Pil jenis Alprazolam dan Pil jenis Riklona Clonazepam. Setelah mengonsumsi pil ini akan timbul  efek halusinasi tinggi , percaya diri dan timbul keberanian yang berlebihan para pemakainya.

"Pil jenis Alprazolam dan Pil Riklona Clonazepam ini didapatkan disalah satu Apotek dengan cara menebus menggunakan resep dokter. Kita sudah mengembangkan kasus ini guna  mengetahui asal - usul barang tersebut , sudah kita dapatkan informasi tempat praktek  Dokter yang mengeluarkan resep itu, namun pihak kepolisian tak dapat berbuat banyak  karena pasien datang ke Dokter untuk periksa kemudian dikeluarkan lah resep untuk membeli Pil tersebut. Untuk meminta keterangan Dokter tentunya dibatasi oleh kode etik Profesi Dokter. Menurut pengakuan DA, dia mendapatkan Pil dengan cara memeriksakan dirinya pada seorang dokter berinisial A di Solo dengan biaya periksa Rp 300.000 dan biaya menebus di apotik sebesar  Rp 500.000.  Sedangkan Tersangka ES membeli pil Alpazolam seharga 1,4 Juta untuk  200 butir pil dan Pil Riklona seharga Rp 6 Juta dari Erik seorang juru parkir Apotek Kusuma Solo , dan saat ini Erik telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) . Seluruh tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 Tentang Psikotropika dan diancam pidana penjara selama 5 tahun, " kata Angga.

Penulis: Eko Purwono

About Info -Jogja.com

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post