Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » PN Sleman Belum Terima Salinan Putusan PK Mary Jane

Setelah upaya Peninjauan Kembali (PK) terpidana mati wanita beranak dua asal negara Filipina, Mary Jane Fiesta Veloso (29) dilayangkan ke Mahkamah Agung melalui Pengadilan Negeri (PN) Sleman beberapa waktu yang lalu. 

Akhirnya Mahkamah Agung menolak upaya hukum  tersebut. Secara otomatis menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Sleman dengan vonis hukuman mati. Hakim Agung MA dengan ketua Majelis M. Saleh menolak PK yang diajukan terpidana mati Mary Jane pada Rabu, 25 Maret 2015. Saat dikonfirmasi di kantornya, Humas PN Sleman, Marliyus MS SH MH membenarkan adanya putusan PK tersebut. 

"Benar sudah didapatkan informasi mengenai Putusan PK di MA terhadap terpidana mati Mary Jane, namun sampe saat ini (Jumat, 27/3) Pengadilan Negeri Sleman secara resmi belum dapatkan salinan Putusan tersebut, sehingga kita masih menunggu dan berharap secepatnya," singkatnya saat ditemui dikantornya, Jumat pagi  (27/3/2015). 

Dihubungi lewat ponselnya  Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta (Kejati DIY), I Gede Sudiatmaja SH Melalui Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (KasiPenkum) Kejati DIY, 
Zulkardiman SH menyatakan pihaknya belum bisa berbuat apapun terhadap terpidana mati Mary Jane karena belum diterimanya  salinan putusan PK dari Mahkamah Agung. 

"Belum kita terima surat salinan putusan PK mary jane, saat ini kita masih menunggu surat tersebut sebagai dasar melakukan langkah selanjutnya. Setelah ada salinan putusan  dan petunjuk Jaksa Agung maka akan ada upaya terhadap Mary Jane yang saat ini masih mendekam di Lapas Wirogunan Yogyakarta," jelasnya. 

Salah satu masyarakat, Sapto Nugroho SH, dimintai pendapat mengenai PK terpidana mati yang ditolak MA. Dirinya sependapat dengan putusan ini. "Saya sangat apresiasi atas penolakan Pengajuan PK terpidana mati Mary Jane oleh Mahkamah Agung, sehingga selayaknya dia dihukum mati karena akibat perbuatannya berdampak buruk bagi penggunanya . Heroin yang dia bawa tersebut merupakan barang haram yang sangat merusak generasi bangsa ini, mewakili masyarakat agar segera dilakukan eksekusi mati dengan adanya putusan tersebut, "kata dia. 

Wanita 29 tahun yang hanya faham bahasa tagalog (bahasa ibu negara Filipina) ini merupakan kurir narkotika jenis Heroin. Berawal ditangkapnya di  Bandara Internasional  Adi Sutjipto Yogyakarta pada tanggal 24 April 2010, sebanyak  2,622 kilogram heroin di bawa dengan menggunakan travel bag (Koper besar) setelah melalui pemeriksaan petugas Bea dan Cukai DIY akhirnya terdeteksi barang haram tersebut. 

Pengadilan Negeri Sleman dengan hakim yang diketuai Dahlan SH vonis mati Mary Jane karena dia terbukti melanggar Pasal 114 ayat 2 Undang-undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Penulis: Eko Purwono

About Info -Jogja.com

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post