Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » Mary Jane Ajukan Novum Dalam Permohonan PK di PN Sleman

Novum (bukti baru) lengkapi permohonan peninjauan kembali (PK) terpidana mati Mary Jane Fiesta Veloso (29), sidang permohonan PK yang diketuai mejelis Marliyus SH MH dengan dibantu dua anggota Candra Nurendra A SH dan Sonny Alfian Bregoer SH ini sempat diskors namun tetap berjalan lancar, Rabu pagi (4/3/2015).

Penasehat hukum terpidana mati, Rudianto SH dkk dalam sidang tersebut menghadirkan novum yakni di hadirkannya dua orang saksi diantaranya Agus Darwanto yang saat ini menjabat Ketua Sekolah Tinggi Bahasa Asing LIA Yogyakarta dan Bernhardt Keser seorang pendeta penasehat Spiritual saat di Lembaga pemasyarkatan (LP). 

Saat dimintai keterangan didepan persidangan Agus Darwanto menyatakan bahwa penerjemah nama Nuraini yang saat persidangan di PN Sleman saat itu masih berstatus sebagai mahasiswa hanya menguasai bahasa Inggris saja

"Terpidana mati MJ hanya ibu rumah tangga dengan pendidikan setingkat SMP, dirinya tidak menguasai bahas inggris apalagi bahasa Indonesia. Hanya satu bahasa yang dikuasai yakni bahasa Tagalog. Saat nuraini menjadi penerjemah yang mendampingi terpidana saat sidang dulu statusnya masih menjadi mahasiswi di Kampusnya, bahkan dirinya tidak mengetahui mengenai kasus ini," ungkap Agus.

Keterangan yang sama juga di lontarkan oleh Bernhardt Keser, "Saat dimintai untuk memberikan dukungan spiritual dengan saya sampaikan dengan sedikit kata bahasa Inggris karena dia juga tidak bisa berbicara banyak. Saya tidak banyak bertanya karena tugas saya adalah mendampingi dan dirinya hanya  banyak mendengar saja," terangnya.

Dalam persidangan itu Tim Jaksa Penuntut sekaligus layangkan kontra permohonan peninjauan kembali yang bernomor 01/PK/2015 /PN SMN tersebut.  Jaksa Penuntut Anggraeni dan Ismet menyatakan bahwa dihadirkanya kedua saksi itu bukanlah bentuk dari novum. 

"Dari fakta bahwa terpidana telah mengajukan grasi ke presiden, dan telah ditolak. Ini merupakan pengakuan bahwa terpidana bersalah dan  dalam persidangan yang melibatkan penerjemah tak mengharuskan menghadirkan  profesional yang bersertifikat sertifikat lembaga bahasa, " singkatnya.

Mary Jane adalah kurir narkoba jenis heroin yang divonis hukuman mati oleh hakim Pengadilan Negeri Sleman oleh Majelis yang diketuai Dahlan SH. Dia  ditangkap di Bandara Udara Adisutjipto Yogyakarta karena kedapatan membawa heroin 2,6 kilogram pada 24 April 2010 terbukti melanggar Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mary Jane merupakan satu diantara 10 terpidana mati yang akan segera dieksekusi di Lapas Nusakambangan mangenei tanggal pelaksanaan eksekusi dirinya masih menunggu keputusan MA.

Penulis: Eko Purwono

About Info -Jogja.com

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post