Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » Bahaya Penyakit Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi bakteri yang mengenai bagian dari saluran kemih. Ketika mengenai saluran kemih bawah dinamai sistitis (infeksi kandung kemih) sederhana, dan ketika mengenai saluran kemih atas dinamai pielonefritis (infeksi ginjal). Gejala dari saluran kemih bawah meliputi buang air kecil terasa sakit dan sering buang air kecil atau desakan untuk buang air kecil (atau keduanya), sementara gejala pielonefritis meliputi demam dan nyeri panggul di samping gejala ISK bawah. Pada orang lanjut usia dan anak kecil, gejalanya bisa jadi samar atau tidak spesifik. Kuman tersering penyebab kedua tipe tersebut adalahEscherichia coli, tetapi bakteri lain, virus, maupun jamur dapat menjadi penyebab meskipun jarang.

Infeksi saluran kemih lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki, dengan separuh perempuan mengalami setidaknya satu kali infeksi selama hidupnya. Kekambuhan juga sering terjadi. Faktor risikonya antara anatomi perempuan, hubungan seksual, dan riwayat keluarga. Pielonefritis, bila terjadi, biasanya ditemukan setelah infeksi kandung kemih namun juga dapat diakibatkan oleh infeksi yang ditularkan melalui darah. Diagnosis pada perempuan muda yang sehat dapat didasarkan pada gejalanya saja. Pada orang dengan gejala yang samar, diagnosis mungkin sulit karena bakteri mungkin ditemukan tanpa menyebabkan infeksi. Pada kasus yang kompleks atau apabila pengobatan gagal, kultur urin mungkin dapat bermanfaat. Pada orang yang sering mengalami infeksi, antibiotik dosis rendah dapat dikonsumsi sebagai langkah pencegahan.


Gejala:
  • Rasa sakit pada pinggang
  • Sakit setelah kencing
  • Muncul rasa anyang-anyangan
  • Demam
  • Menggigil
  • Warna air seni kental
  • Muncul wara kemerahan saat kencing
Cara Mengobati:

1. Sederhana
Infeksi sederhana dapat didiagnosis dan diobati berdasarkan gejalanya saja. Antibiotik oral seperti trimetoprim/sulfametoksazol (TMP/SMX), sefalosporin, nitrofurantoin, atau fluorokuinolon secara bermakna memperpendek waktu yang dibutuhkan untuk pemulihan, dan semua obat tersebut memiliki efektivitas yang sama. Pengobatan tiga hari dengan trimethoprim, TMP/SMX, atau fluorokuinolon biasanya cukup, sedangkan nitrofurantoin memerlukan 5–7 hari. Dengan pengobatan, gejala seharusnya membaik dalam 36 jam. Sekitar 50% orang akan pulih tanpa pengobatan dalam beberapa hari atau minggu. Infectious Diseases Society of America tidak menyarankan fluorokuinolon sebagai pengobatan awal karena kekhawatiran akan timbulnya resistensi terhadap golongan obat ini. Meskipun ada pencegahan ini, beberapa resistensi telah berkembang terhadap semua obat-obatan ini karena penggunaannya yang luas.Trimetoprim tunggal dianggap setara dengan TMP/SMX di beberapa negara. Untuk ISK sederhana, anak seringkali berespon terhadap antibiotik selama tiga hari.

2. Pielonefritis

Pielonefritis diobati lebih agresif daripada infeksi kandung kemih sederhana dengan menggunakan antibiotik oral dengan jangka waktu lebih lama atau antibiotik intravena. Pengobatan selama tujuh hari dengan fluorokuinolon oral siprofloksasin biasanya digunakan di daerah dengan tingkat resistensi kurang dari 10%.Bila resistensi lokal lebih besar dari 10%, seringkali diresepkan satu dosis seftriakson intravena. Pada mereka yang menunjukkan gejala lebih berat, mungkin diperlukan rawat inap di rumah sakit untuk pemberian antibiotik berkesinambungan. Komplikasi seperti obstruksi saluran kemih akibat batu ginjal dapat dipertimbangkan bila gejala tidak membaik setelah pengobatan selama dua atau tiga hari.

About Info -Jogja.com

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post