Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

H Istiyarto Agus Sutaryo SE
SLEMAN (info-jogja.com) – H Istiyarto Agus Sutaryo SE  terpilih untuk yang ke -2 kali sebagai Kepala Desa (Kades) Sidokarto  Kecamatan Godean Kabupaten Sleman melalui  pemilihan suara yang digelar Minggu  (10/1/2017). Dirinya  memenangkan perolehan  suara  secara  mutlak.

Pesta demokrasi ini  diikuti  dua calon  Kades, yakni  Istiyarto Agus Sutaryo dengan nomor urut 1  dan Andhika Pratama Putra nomor urut 2. Calon incumben berhasil meraih   6002 suara sedangkan   Andhika Pratama Putra mendapatkan sebanyak  457 suara.

Kepada info-jogja.com, usai mendengar  hasil perolehan suara Istiyarto Agus Sutaryo menyatakan  ucapan rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada masyarakat desa Sidokarto yang telah melaksanakan pilihan kepala desa  dengan sukses aman terkendali. “Mudah- mudahan dalam  kurun waktu 6 tahun ke depan, kami yang kembali dipercaya masyarakat untuk  periode  ke-2 ini akan benar- benar lebih mengabdi pada masyarakat lagi untuk membenahi pembangunan yang belum kami selesaikan,”ungkap dia.

Dijelaskan juga  program kerja kedepan  lebih fokus pada  pembangunan infrastruktur.”Kita masih   akan merampungkan pembangunan aula kantor desa diantaranya membangun kantor pelayanan umum yang lebih representatif , selain itu saat ini kita sedang memulai pembangunan tribun  di lapangan sepak bola milik desa,”jelasnya.

Ditambahkan  Ketua Panitia Pemilihan Kades Jatmiko bahwa  pelaksanaan rekappitulasi  penghitungan  suara berjalan dengan lancar. “ Pelaksanaan berjalan sesuai rencana, hasilnya calon incumben  memperoleh   6002 suara  sedangkan   Andhika Pratama Putra mendapatkan  457 suara,”tuturnya.

Sementara Camat Godean Anggoro Aji Sunaryono SH MH berharap Kades terpilih nanti dapat menjalankan  amanah ke depan dengan baik.”Terlebih adanya dana desa yang pengelolaannya cukup rumit sehingga diperlukan skilldan kinerja dari seorang kades,”pinta Anggoro.Selain itu lanjut dia, pembangunan yang dilakukan desa harus dapat mensejahterakan masyarakat sesuai dengan ketentuan dan tahapan secara administrasi.

Calon Kades terpilih akan dilantik oleh Bupati Sleman Sri Purnomo pada  20 Desember 2017 di Kantor Kabupaten Sleman.

Penulis : Maryatun.
Effi Idawati (kiri) didampingi Kuasa Hukum dari Kantor Oncan Poerba SH SH & Associates
YOGYAKARTA (info-jogja.com) – Effi Idawati binti Supardi (50) pengusaha katering  warga Purbayan Kota Gede Yogyakarta  mengajukan praperadilan  yang ditujukan termohon I   Polda DIY dan  termohon II  Kejaksaan Negeri  Yogyakarta serta Menteri Keuangan RI sebagai turut termohon di Pengadilan Negeri Yogyakarta.

Gugatan dilayangkan lantaran terbukti ada  kesalahan penerapan hukum yang membuat Effi Idawati ditahan selama delapan bulan.“Jadi setelah klien kami menjalani penahanan selama delapan bulan, ternyata beliau tidak bersalah. Di tingkat Peninjauan Kembali (PK), klien kami diputus bebas,”ungkap  koordinator tim penasehat hukum  Oncan Poerba SH didampingi Willyam H saragih SH dan FX Yoga Nugrahnanto SH ketika membetikan keterangan kepada wartawan, Minggu (10/12/2017) di Kantor  Katering Ibu Supardi Kotagede.

Menurut Oncan, pemohon pada awalnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda DIY dengan sangkaan melakukan tindak pidana penipuan. Perkara tersebut kemudian ditingkatke ke penuntutan . Oleh kejaksaan, pemohon ditahan.

Namun demikian setelah disidangkan di PN Yogyakarta, hakim memutus bebas penohon. Dalam putusannya, hakim menyebut pemohon melaakukan perbuatan sebagaimana didakwakan namun perbuatan tersebut bukan tindak pidana.

Tak puas dengan putusan tersebut, jaksa penuntut umum kemudian mengajukan kasasi dan dimenangkan. Selain membatalkan putusan PN Yogya, MA juga menjatuhkan putusan penjara selama delapan bulan.

“Di tengah penahanan terhadap pemohon, kami dari tim kuasa hukum mengajukan upaya hukum PK dan diterima. Tapi pemohon telah menjalani penahanan badan selama delapan bulan. Karena ada kesalahan penerapan pasal itu sehingga pemohon diadili tanpa berdasarkan UU,”kata  Oncan.

Sesuai dengan PP No.92 tahun 2015, kami punya hak untuk  mengajukan permohonan imbalan ganti rugi. “Dalampermohonan ganti rugi praperadilan ini kita mohonkan sebesar Rp100 juta. Pemohon juga mengajukan ganti rugi materiil sebesar Rp 9,92 miliar dengan rincian Rp 310 juta per minggu dikali  8 bulan, dan ganti kerugian imateriil sebesar Rp40 miliar,”imbuh pengacara senior ini.

Sementara Willyam  H Saragih SH menambahkan,  persoalan bermula dari adanya kerjasama antara pemohon dengan Muhamad Muwardi dan istrinya Siti Rohmah. Muh Muwardi semula menawarkan modal kerjasama sebesar Rp 500 juta. Kerjasama tahap awal berjaan lancar sehingga pelapor menambah investasinya sebesar Rp 500 juta sehingga totalnya mencapai Rp 1 miliar.

Kerjasama berikutnya tidak berjalan mulus sehnga pemohon tidak bisa memberikan keuntungan secara penuh. Muwardi dan istri  melaporkan pemohon ke Polda DIY. “Dari total uang yang diinvestasikan, pemohon sudah membayar sebesar Rp 620 juta ditambah keuntungan” terangnya.

Sedangkan Effi Idawati sendiri mengaku senang akhirnya bisa bebas. Ia mengaku tidak ada niat sedikit pun untuk menipu. “Sejak awal saya yakin Allah tidak sare. Awalnya memang lancar, tapi di tengah jalan ada kendala. Allah mengetahui bahwa kita tidak punya niat menipu,” ungkapnya kepada wartawan.

Penulis : Eko Purwono


Sekda DIY Gatot Saptadi ketika menyampaikan penghargaan Satya Lencana.


YOGYAKARTA (info- jogja.com) - Peringatan Hari Bakti  Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ke- 72  digelar oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Dinas PUP-ESDM DIY),  kemarin  di Halaman Kantor PUP- ESDM DIY di Jalan Bumijo Yogyakarta. Dengan tema  “Bakti PUPR Bangun Daya Saing Bangsa".

Hadir pada kesempatan tersebut  Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Gatot Saptadi, Pelaksana Harian (Plh) PUP- ESDM DIY Hananto, Sekretaris PUP- ESDM  Bambang WS dan diikuti  seluruh Kepala Bidang dan Kepala Satker serta seluruh pegawai.

Agenda tahunan ini lebih menekankan  melalui  kerja nyata membangun infrastruktur untuk bangsa, diharapkan bisa menjadi bahan refleksi dan pemacu semangat bagi segenap lisan kementrian didalam mengejar ketertinggalan untuk membangun infrastruktur yang lebih baik.

“Guna mewujudkan Indonesia yang lebih makmur demokratis dan sejahtera. Berbagai capaian telah menopang pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing nasional yang positif,”jelas Sekda DIY Gatot Saptadi saat membacakan sambutan tertulis  Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat M Basuki Hadimuljono.

Lanjut Gatot, laporan Word Economic Form tahun 2017- 2018 menyatakan Indeks Daya Saing global Indonesia naik dari peringkat 41 meningkat menjadi 36 dan Indeks Daya Saing Insfrastruktur naik dari peringkat 60 meningkat menjadi 52. “Demikian halnya dengan peningkatan  peringkat kemudahan berusaha Indonesia menjadi 1(satu) dari 10 (sepuluh) Negara, dengan lompatan- lompatan peringkat Ease of doing Business (EODB) terbanyak,”terang dia. 

Peringkat EODB Indonesia naik dari 106 pada tahun 2016 menjadi 92, pada 2017 kemudian  menjadi 72 pada 2018. Ini menujukkan bahwa peningkatan kualitas Insfrastruktur PUPR telah memberi dampak yang signifikan terhadap dunia usaha

“Guna mempercepat penyelesaian pekerjaan sesuai prognosis yang disampaikan saat raker Kementrian PUPR, pada bulan Oktober 2017 yang lalu yaitu sebesar 95 persen dengan tetap mengedepankan keselamatan, kualitas, dan keamanan hasil pekerjaan,” bebernya.

Gatot juga berpesan bahwa di tahun 2018 adalah tahun pilitik.”Sesuai pesan Bapak Presiden kita Joko Widodo, kita tetap fokus pada pekerjaan dan jangan berpolitik. Untuk tahun 2018 Kementrian PUPR diberikan amanah yang berat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 107,3  triliun. Merupakan alokasi terbesar dari seluruh kementrian  atau  lembaga. Amanah ini harus kita pikul dengan penuh tanggungjawab, optimisme, komitmen dan profesional yang tinggi.   Bekerja lebih keras, lebih baik dan lebih cepat untuk menjaga kepercayaan dan kredibilitas kementrian PUPR di mata publik,”pesannya.

Pada kesempatan itu diberikan penghargaan Satya Lencana untuk  masa kerja 30 kepada  Ir Mudjadi  ST MM  sebagai Pejabat Fungsional Teknik Pengairan Ahli Madya, Satya Lencana masa kerja 20 tahun diberikan kepada Ir Singgih Nurcahya SPi  Kepala Satker BWSSO dan Satya Lencana masa bakti 10 tahun diterima  Ir  Evi Aeria Damiana.

Penulis : Maryatun
-
Rachmat Tarunadjaja
YOGYAKARTA  (info-jogja.com) - Direktur Utama Mandira Prima Perkasa, Rachmat Tarunadjaja mengadukan PT.Bank Permata.Tbk kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk mendapatkan keadilan terkait dengan sengketa perdata antara pihaknya dengan PT.Bank Permata Tbk, hal itu disampaikan oleh Rachmat Tarunadjaja kepada Info-Jogja siang tadi.

Berawal dari putusan Peninjauan Kembali  Nomor.535/PK/Pdt/2011 yang dinilainya sangat tidak lazim “Putusan peninjauan kembali nomor 535/PK/Pdt/2011 aneh dan saya tengarai menggunakan Novum  abal-abal” demikian jelas Rachmat kepada info-jogja.   

Rachmat juga menjelaskan bahwa pihak Bank Permata dihukum pada putusan Kasasi. “Pada putusan Kasasi  No.2705 K/Pdt/2009 pihak Bank Permata dihukum untuk mengembalikan kelebihan bayar dari pihak kami sebesar 3,5 Juta US Dollar, ini merupakan putusan yang fair sebab antara dana yang telah dicairkan oleh pihak Bank Permata dengan angsuran pembayaran kami,jelas lebih besar angsuran pembayaran yang kami lakukan” tegasnya. 

Selain mengadu  ke Presiden Republik Indonesia, Rachmat Tarunadjaja juga mengadu kebeberapa instansi negara diantaranya Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia (DPRRI), Komisi Yudisial, Komisi Pemberantasan Korupsi, Kejaksaan Agung dan akan mengadu ke PPATK.

“Saya ingin aset saya segera dikembalikan, masak pembayaran yang kami lakukan lebih besar dari pinjamannya, tapi masih juga ingin menyita aset kami” ujar  Rachmat Tarunadjaja, pria yang sudah menderita penyakit  stroke sejak 15 tahun silam dan selalu menggunakan kursi roda.  

“Ini kan bentuk penzaliman, saat ini saya akan terus memperjuangkan aset saya untuk memenuhi kebutuhan hidup saya khususnya untuk berobat, mohon dukungannya" pintanya.

Ketika info-jogja ingin mengkorfirmasikan hal ini pada pihak Bank Permata, baik melalui Tjandra Cong maupun Ivone, divisi SAM PT.Bank Permata Tbk, telponnya tidak diangkat.

-
Penyerahan kartu donor oleh Bambang Kuncoro diterima Ketua PMI DIY  GBPH Prabukusumo.
SLEMAN  (info-jogja.com) – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke – 56,  PT  Bank Pembangunan Daerah  DIY  (BPD DIY) menggelar  kegiatan sosial donor darah, Selasa (5/12)  di atrium  Jogja City Mall (JCM), Kecamatan Mlati Sleman.

Kegiatan kali ini melibatkan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Yogyakarta dan  managemen JCM, seluruh  jajaran dan  karyawan Bank BPD DIY serta masyarakat luas.

Dijelaskan Direktur Pemasaran Bank BPD DIY Bambang Kuncoro kepada info- jogja.com bahwa  kegiatan donor darah ini merupakan kegiatan  rutin  setiap tahun menjelang  hari ulang tahun Bank BPD DIY.

“Donor darah yang diselenggarakan di JCM ini adalah yang kedua, yang sebelumnya di selenggarakan di Kantor Bank BPD DIY. Karena tempat dan sarananya terbatas sementara peminat  atau pendonornya banyak kita coba di JCM. Untuk tahun lalu kita punya target 550 pendonor tapi kenyataannya  malah melebihi target yakni mencapai 600 lebih pendonor,”ungkapnya.

Ini dilakukan sebagai upaya mendukung program  PMI di Daerah Istimewa Yogyakarta, yang menargetkan 2 persen dari total penduduk yang harus sebagai pendonor, kali ini ditarget 800 pendonor.” Realisasinya ada 739 pendonor dari 1002 yang mendaftar,” jelas dia.

Pada  kesempatan itu diserahkan bantuan  berupa kartu donor dari Bank BPD DIY kepada PMI DIY  secara simbolis diberikan  Bambang Kuncoro kepada Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo.Yang menarik BPD DIY membagikan berbagai doorprize menarik kepada seluruh pendonor.

Darah yang terkumpul  akan dikelola oleh UDD PMI Kota Yogyakarta sebagai persediaan daan  nantinya akan di salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Penulis : Maryatun