Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

SLEMAN (info-jogja.com) – Menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-73 sekaligus  sosialisasi donor darah sebagai bagian dari gaya hidup di tengah  masyarakat, Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Tempel dan PMI Cabang Sleman menggelar aksi donor darah, Jumat (17/8/2018) pagi di Lapangan Lumbungrejo, Tempel.


“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan HUT RI ke -73, sekaligus upaya meningkatan ketersediaan darah, mensosialisasikan gaya hidup sehat serta meningkatkan image  donor darah sebagai bagian gaya hidup,” Sekretaris PMI Tempel, Utma Masniyati Saniya  S Spd I  SPd di sela kegiatan.


Menurut Utma, pihaknya melibatkan PMI Cabang Sleman sebagai tenaga teknis.”Kita sebagai penyelenggara, sedangkan tenaga teknis dari PMI Sleman dengan menyediakan satu unit bus donor darah PMI, tercatat  sebanyak 30 pendonor darah atau 30 kantong darah, sebagian pendonor merupakan peserta yang usai mengikuti upacara pengibaran bendera,”rinci dia.

Penulis : Eko Purwono

-
SLEMAN (info-jogja.com) – Guna membantu korban bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), komunitas relawan bergerak di bidang kemanusiaan yang tergabung dalam wadah Jogja Magelang Elektronik (JME),  Barisan Muda Siaga Bencana (Bamagana) didukung  Muspika Tempel menggelar penggalangan dana pada Jumat – Minggu, 10 -12 Agustus 2018.


Menurut Aspiyan Sijo Utomo selaku koordinator penggalangan dana, kegiatan merupakan bentuk  kepedulian, sebab saat ini masih banyak korban dan pengungi  memerlukan bantuan. Dana diimpun dari sejumlah pengendara kendaraan bermotor yang kebetulan sedang melintas di PerempatanTempel Jl. Magelang Km 19, Lumbungrejo, Kecamatan Tempel. Hasilnya terhimpun bantuan sebesar Rp 23.101.700.


7

“Kita laksanakan penggalangan dana bagi saudara kita yang sedang dilanda musibah gempa  di Lombok, sekitar 25 terlibat pada kegiatan ini, mereka terdiri dari anggota JME, Bamagama serta dukungan Muspika Tempel,”jelas Aspiyan Sijo Utomo disela kegiatan, Minggu (12/8/2018) pagi.


Menurut dia, dipilihnya tempat di perempatan Tempel karena tempatnya strategis.”Dari kegiatan selama tiga hari, terhimpun dana sebanyak Rp 23.101.700, secepatnya bantuan tersebut akan kita salurkan ke Lombok,”ungkap dia seraya menambahkan semoga bantuan tersebut bermanfaat.

“Pada kesempatan ini kami mewakili rekan-rekan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung aksi sosial ini, semoga bantuan ini bermanfaat,”tuturnya.

Penulis : Eko Purwono

SLEMAN (info-jogja.com) – Guna mempererat  tali silaturahmi antara sesama warga Padukuhan  Karanggawang khususnya sekaligus  mendorong semangat juang dalam meraih prestasi di kalangan muda, Ikatan Pemuda Pemudi Simpatik Islami (IPPSI)  Karanggawang, Mororejo, Tempel menggelar Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-73.


Rangkaian kegiatan disemarakkan dengan berbagai perlombaan yang berlangsung pada 5 Agustus – 16 Agustus 2018 di wilayah dusun setempat. Rencananya puncak acara akan dimeriahkan dengan panggung hiburan,  pembagian hadiah dan doorprize serta doa bersama sekaligus tirakatan yang akan diikuti seluruh warga  di Gedung Pertemuan  RT 05  Karanggawang pada 16 Agustus mendatang.


”Selain mempererat kebersamaan dan semangat juang, kegiatan peringatan HUT RI ke-73 juga bertujuan memupuk jiwa sportifitas, memupuk semangat kebangsaan antar generasi untuk memperkuat ketahanan nasional menghadapi tantangan global,”jelas Ketua Panitia Peringatan HUT RI ke-73, Ardhyansyah disela lomba, Minggu (12/8/2018) pagi.


Menurut dia, sebagai warga Indonesia yang hidup bermasyarakat dan bernegara, merupakan suatu hal yang wajib dimengerti bahwa memiliki  kewajiban dan tanggungjawab terhadap keutuhan dan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik  Indonesia.”Kemerdekaan ini tentunya kita isi dengan  hal – hal yang positif,”ungkap dia.


Aneka perlombaan yang digelar diantaranya memasukan paku dalam botol, lari bakia, pindah air estafet, makan kerupuk, balap karung. Serta lomba lari bakia dan lari kelereng bagi kalangan ibu-ibu.

Penulis : Eko Purwono

- -
Suasana Business Matching yang diadakan Bekaf di Hotel Indies Yogyakarta.
YOGYAKARTA ( info- jogja.com ) -Guna guna mempertemukan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) dengan dunia perbankan konvensional, Badan Ekonomi Kreatif ( Bekaf) mengadakan Business Matching di Hotel Indies, Yogyakarta, Kamis (2/8/2018).

Sebagai keynote speech anggota DPR RI Komisi X, MY Esti Wijayanti  menyampaikan materi " Peran Legislatif Dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif. Sebanyak 100 pelaku usaha ekraf dilibatkan dan memiliki kesempatan bisa berinteraksi langsung dengan  pihak perbankan yang diundang, yakni Bank Negara Indonesia ( BNI ).

Esti Wijayanti menjelaskan Ekraf menjadi salah satu  penyumbang produk domestik regional bruto (PDRB) yang cukup signifikan di Indonesia dengan trend pertumbuhan cukup tinggi dari tahun ke tahun dan menyerap tenaga kerja cukup banyak.

"Salah satunya dari alokasi anggaran, walaupun untuk tahun ini tidak terlalu signifikan karena adanya pelaksanaan Asean Games, tapi tahun berikutnya kita akan komunikasikan lebih baik supaya bekraf dapat anggaran yang signifikan,"jelas politikus PDI Perjuangan ini.

Diakuinya, pihaknya tengah menyusun Undang-undang Ekraf  dan  juga mengatakan bahwa pengembangan ekraf tidak bisa hanya dibebankan pada bekraf semata."Peran daerah di tingkat provinsi dan kabupaten/ kota mesti turut untuk bagian dalam mendukung pengenangan ekraf,"ajaknya.

Direktur Akses Perbankan Bekraf,  Restog K Kusuma menjelaskan Bekraf bukan hanya meningkatkan pengetahuan pelaku ekonomi kreatif tentang pembiayaan perbankan konvensional.

“Peserta juga berkesempatan meningkatkan peluang mereka mengakses dunia perbangkan sebagai pelatihan manajemen keuangan, sehingga mereka bisa mengajukan proposal, pengajuan pembiayaan sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka,”terangnya.

Ada beberapa kriteria yang mereka miliki sebelum menyalurkan pembiayaan yaitu kelayakan mendapatkan modal dan resiko perbankan.”Laporan keuangan adalah merupakan salah satu persyatatan untuk mengakses pembiayaan perbankan konvensional,”jelas dia.

Hari Soul Putra sebagai praktisi keuangan menambahkan bahwa perbankan konvensional dalam menyalurkan pembiayaan. Manajemen keuangan memberikan manfaat untuk mengetahui dan evaluasi bisnis untuk mengembangkan bisnis, ungkapnya.

Bekaf juga mengundang Panen Maya Consultant yang diwakili Diky Sukma pada kesempatan itu  mengulas informasi seputaran media sosial (medsos)  dan pengembangan usaha ekraf.”Diharapkan pelaku ekraf bisa menerapkan media sosial dalam pengembangan usaha,”tutur Diky.

Penulis  :  Maryatun
Sesi foto bersama  acara Digital Entrepreneurship di Gallery Prawirotaman 
YOGYAKARTA  (info- jogja.com) - Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) melalui Deputi Infrastruktur Direktorat Fasilitas Infrastruktur TIK menggelar Digital Entrepreneurship, Rabu (01/8/2018) di Gallery Prawirotaman, Mergangsan, Brontokusuman Yogyakarta. Diikuti  sebanyak  200 pelaku Usaha Kecil Menengah ( UKM) ekonomi kreatif (ekraf) di Yogyakarta..

Acara ini dilaksanakan guna mengenalkan BEKRAF kepada pelaku ekonomi kreatif di daerah dan meningkatkan kesadaran entrepreneur ekraf  lokal terhadap perkembangan informasi teknologi (IT) dan komunikasi serta tren perkembangan teknologi dan pasar ekonomi kreatif dimasa depan serta meningkatkan pemahaman dan ketrampilan pelaku ekraf mengenai informasi teknologi dan komunikasi.

Direktur Fasilitas Infrastruktur TIK BEKRAF, Muhammad Neil EI Himam,  mengatakan dengan mengikuti acara  Digital Enterpreneurship mampu memberikan dorongan semangat  untuk maju dan berkembang ekonomi kreatif di Yogyakarta dan Indonesia. Target peserta  yang tersebar  di 13 kota sebanyak 2600.

“Membangun ekosistem kewirausahaan digital  guna mendorong maju dan berkembangnya ekonomi kreatif di Indonesia,”jelas dia.


Dia berharap semua pelaku industri ekonomi di Yogyakarta bisa memanfaatkan berbagai macam bantuan dan fasilitas yang ada di BEKRAF. “Selain itu diharapkan pula  bisa memperluas pemasaran produk  tidak hanya di Indonesia saja,”harapnya.

Sementara Anggota DPR RI Komisi X,  MY Esti Wijayanti yang turut diundung dalam acara tersebut  mengajak masyarakat agar jangan hanya menjadi pengguna saja, melainkan harus bisa menciptakan kreasi melalui Digital Enterpreneurship.

“Kita harus bisa memanfaatkannya menjadikan kita sebagai pencipta kreasi,”minta anggota Fraksi PDIP ini.

Penulis : Maryatun

- - -