Select Menu
Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA

PUBLIK

KULINER

HOTEL

INFO

KESEHATAN

EVENT

PARIWISATA

Kapolda DIY Pimpin Sertijab Empat Pejabat Utamanya, Sementara Kabid Humas Polda DIY Masih Kosong
Jalanya upacara sertijab
SLEMAN  (info-jogja.com) -  Polda DIY  gelar upacara serah terima jabatan (sertijab) terhadap empat pejabat utama yang dipimpin langsung oleh Kapolda DIY Brigjen Pol Drs Ahmad Dofiri, M,Si,Kabid Humas Polda DIY di Gedung Serbaguna Mapolda DIY Selasa (9/12/2016).

Karo SDM Kombes Pol Rinto Djatmono, SIK, MH dipromosikan  sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Dalpers SSDM Polri digantikan Kombes Pol H. Nazirwan Adji Wibowo, SIK., M.Si, sebelumnya menjabat Karo SDM Polda Banten.

Kemudian Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Mulia Hasudungan Ritonga, MSi mendapat tugas baru sebagai Dirlantas Polda Papua , pejabat baru   AKBP Latief Usman, SIK, MHum  sebelumnya menjabat Wadirlantas Polda Metro Jaya.

Kombes Pol Drs Dadang Rahardja menjabat  Kasat Brimob Polda DIY  sebelumnya duduk sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Brigade Mobil Korbrimob Polri. Pejabat lama  Kombes Pol Ajuk Wibowo, SIK bergeser menduduki Analis Kebijakan Madya Bidang Brigade Mobil Korbrimob Polri
.
Sedangkan   Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Hj Anny Pudjiastuti, SSos, MSi dipromosikan menjadi  Pamenwas dalam rangka purna tugas. Sementara belum ada penggantinya.

Penulis : Eko Purwono
Jadwal Perbaikan Jaringan LIstrik dan Pemadaman Kamis 8 Desember 2016
PT PLN (Persero)
YOGYAKARTA (info-jogja.com) – Berikut ini disampaikan pemberitahuan rencana pemeliharaan dan perbaikan layanan jaringan listrik yang dijadwalkan oleh PT PLN (Persero) APJ DIY  pada , Kamis 8 Desember 2016 :

 Guna keperluan  pemasangan Kontruksi dan  Penjumperan guna layanan perubahan daya untuk wilayah kerja kota Yogyakarta  lokasi padam : Jl Kemetiran Kidul, Jogonegaran, Pajeksan, Besalen, Hotel IBIS, Ramai Mall, Matahari Mall, Robinson  dan sekitarnya berlangsung jam  10.00 hingga  15.00 WIB.

Pada pukul : 09.00 – 16.00 WIB akan dilakukan  upgrade JTM 1 Phasa menjadi 3 Phasa unit kerja Kalasan  dengan lokasi padam : Gandu,  Pr. Tirta Buana Cepor,  Pr. Griya Mulia Asri,  Pr. Cepoko Griya Indah, Cepokojajar, Klodangan, Padangan, Ngampon, dan sekitarnya.

Program Pemangkasan Pohon dekat jaringan serentak di wilayah kerja Jogya Kota  dengan pemadaman di wilayah  Bumijo, Gowongan Lor, Gowongan Kidul, Bumijo, Sitisewu, Pingit, Badran dan  sekitarnya , mulai  pukul 09.00 – 15.00 WIB

Jenis pekerjaan berupa  Pejumperan dan Pemotongan Pohon dekat jaringan di wilayah kerja Gunungkidul akan terjadi pemadaman listrik meliputi daerah  Semanu, Mijahan, Nitikan, Sumber Rejo, Munggi Pasar, RS berlangsung  09.00 – 16.00 WIB’

Selain itu akan dilakukan pula Pemeliharaan Jaringan di unit Kulonprogo meliputi lokasi Wonosidi, Komplek Stasiun Tobanan, Serut, Kemiri, Pengasih, Bulurejo, Gadingan, Wetan Pasar dan sekitarnya pada  jam 09.00 – 16.00 WIB akan dilakukan pemadaman pula.

Penulis : Eko Purwono
Buku Menyelami Lautan Film , Mengetahui Film Dari Sudut Pandang Berbeda
Peluncuran dan Diskusi Buku  Menyelami Lautan Film
SLEMAN (info-jogja.com) - Sebagian besar orang  memandang film dari visualnya saja. Melalui kajian yang mendalam, seseorang dapat mengetahui film dari sudut pandang yang berbeda, seperti kondisi politik, trend, dan budaya sebuah negara.

 Mensikapi realita itu mahasiswa konsentrasi studi Film Sinema mengadakan acara Peluncuran dan Diskusi Buku: Menyelami Lautan Film di Lobby Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FISIP UAJY),  Senin (5/12/2016).

Aloysius Bramantyo mahasiswa FISIP UAJY didaulat panitia  sebagai moderator dengan narasumber  Lucas Deni Setiawan dosen FISIP UAJY , Judith Brenda mahasiswa FISIP UAJY, turut diundang pula pembicara  Fajar Junaedi, S.IP., M.Si.  sebagai dosen pengampu konsentrasi studi tersebut.

“Sebenarnya, kami boleh mengkaji apa saja, namun Pak Lucas memberi pola yang mengerucut ke film. Oleh sebab itu kita akhirnya memilih untuk mengkaji film.”, beber Judith saat bercerita mengenai proses pembuatan buku. 

Hal yang menarik dalam buku ini  adanya kajian mengenai film-film di era Orde Baru dan pasca Orde Baru. Semisal pada bagian bab Remaja digoreskan  film Lupus yang di kaji.

 “ Karakter Lupus pada orde baru nyleneh dan jahil, sedangkan pada sesudah orde baru, karakter Lupus menjadi santun dan religius. Hal ini menujukan bahwa setelah orde baru, Lembaga Sensor Indonesia lebih ketat dalam menyeleksi film-film.” Tambah Judith.

 Dalam buku ini juga dipaparkan soal  trend masyarakat yang berubah seiring perkembangan zaman. Sebagai contoh sebelum muncul film Ada Apa Dengan Cinta (AADC), film dengan genre cinta kurang laris di pasaran. Setelah muncul film tersebut, masyarakat mulai minat dengan film genre cinta dan banyak bermunculan film seperti AADC.

Di penghujung acara, Lucas berharap mahasiswa tidak hanya menerbitkan buku untuk tugas kuliah saja. Ia berharap mahasiswa terus berkarya sehingga karya-karyanya dapat dibukukan.

 “Jika anda menerbitkan buku, maka anda tidak akan tenggelam oleh waktu. Anak cucu anda bisa mengenal anda dengan cara membaca karya-karya anda.”harap dia . 

Penulis : Eko Purwono
Belum Dibayarkan Haknya Oleh Malioboro City , Dua Penggembang Akan Ambil Langkah Hukum
SLEMAN (info-jogja.com) – Berawal penandatanganan kerjasama PT Inti Hosmed  atau Malioboro City dengan dua pengembang  PT Duta Arya Pratama dan CV Tri Karya Indah  pada bulan Mei dan bulan Juni 2013.

Disepakati dalam kontrak kerja itu  PT Duta Arya Pratama dipercaya  untuk membangun sejumlah 20 unit ruko  sedangkan CV  Tri Karya dapat jatah 8 unit ruko. Bahkan bangunan itu telah rampung pembangunannya secara keseluruhan namun belum ada pembayaran sesuai yang dijanjikan pihak Malioboro City.

Seperti dibeberkan dua pengembang itu melalui tim Kuasa Hukumnya terdiri Muhammad IIyas SH , Rudianto Aschari  SH dan Feryan Harto Nugroho SH.

“ Pihak Malioboro City belum membayarkan sepenuhnya atas pekerjaan klien kami , padahal sudah selesai seluruhnya sesuai perjanjian sebanyak 28 ruko, mereka pernah menjanjikan kekurangan pembayaran akan diganti dengan sebuah unit  apartemen, nyatanya belum ada juga aparteman yang dijanjikan, “ sesal Muhammad IIyas SH, Selasa pagi  (6/12/2016).

Dirincinya bahwa  PT Duta Arya Pratama memegang nilai kontrak sebesar Rp 8,4 miliar  , realisasi pembangunan 100 persen , pada bulan Maret 2014 telah dibayarkan dalam 3  termin, masing-masing Rp 2,5 miliar, 1,6 miliar dan Rp 1,7 miliar.

“ Untuk CV Tri Karya Indah memperoleh nilai kontrak senilai Rp 3,3 miliar , pada bulan Agustus 2014 kami meminta hak kami sebesar Rp 1,6 miliar dengan realisasi pembangunan 78 persen , karena secara sepihak menghentikan kontraknya pada Juli 2014, namun hingga kini belum dibayarkan, " jelas dia. 

Janjinya akan membayar kekurangan dengan menggantikan sebuah unit apartemen hingga saat ini belum ada realisasi. “ Janji pembayaran  kekurangan  dengan  mengganti  sebuah unit apartemen belum ada buktinya. Kita merasa tertipu , sehingga bulan September 2016 kita layangkan somasi kepadanya, mereka menjawab belum ada finansial , “ terangnya.

Upaya hukum akan ditempuh, tambahnya. “ Kedepan akan kita lakukan langkah hukum baik  perdata maupun  pidana, “tutup dia.

Saat info-jogja.com  berusaha mengkonfirmasi pihak Malioboro City ternyata yang bersangkutan sudah tidak bekerja di tempat itu.“ Maaf saya sudah tidak bekerja di Malioboro City, “ singkatnya, Rabu sore (6/12).

Penulis : Eko Purwono
Menabrak Regulasi Diatasnya , Pemkab Sleman Kalah di Sengketa Informasi KI DIY
Majelis Komisioner saat bacakan putusan .
YOGYAKARTA (info-jogja.com) - Ketua Majelis Komisioner Komisi Informasi (KI)  DIY, Drs Martan Kiswoto MA  kabulkan keseluruhan permohonan sengketa informasi yang dilayangkan  pemohon Agus Artadi terhadap Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kabupaten Sleman.

Dengan dibantu dua hakim anggota yakni  Dewi Amanatun Suryani ,SIP ,MPA  dan Warsono SH   majelis  bacakan putusan  perkara sengketa informasi nomor 013/IX/KI DIY -PS /2016  secara bergantian pada sidang ajudikasi   di Aula Diskominfo  DIY Jalan Katamso Yogyakarta , Selasa ( 6/12/2016) .

“ Surat Keputusan (SK) Bupati Sleman Nomor 53 Tahun 2016 tentang informasi yang dikecualikan  bertentangan dengan Peraturan Pemerintah 61 Tahun 2010 tentang pelaksanaan UU Nomor 14 Tahun 2008  tentang Keterbukaan Informasi Publik  dan tidak singkron dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 29 Tahun 2013 pada pasal 15 huruf d,” sebut  majelis dalam putusannya.

Majelis berpendapat PPID mengacu pada Peraturan Dalam Negeri Nomor 35 Tahun 2010 saja ,tidak memperhatikan PP Nomor 61 Tahun 2010. 

“ Surat keterangan dari Hotel In Santoria yang memuat data pemohon merupakan informasi yang terbuka bagi pemohon, Dasar hukum dan mekanisme Pemerintah Kabupaten Sleman dalam meletakkan daftar informasi yang dikecualikan bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi, “ tegas Martan Kiswoto.

Dalam amarnya Majelis mengabulkan untuk seluruhnya permohonan pemohon.” Mengabulkan  permohonan pemohon untuk seluruhnya . Surat keterangan  yang ditandatangani Alim Satria  dalam lampiran  permohonan penerbitan HO dan formulir permohonan pengajuan HO yang terdapat kolom tanda tangan pemohon merupakan informasi terbuka bagi pemohon, “ tandasnya.

Hakim memerintahkan untuk segera memberikan dokumen  yang dimohonkan  kepada pemohon dalam waktu 10 hari kerja setelah sengketa informasi ini dinyatakan berkekuatan hukum tetap.

Usai sidang   Agus warga Cokrodiningratan, Kecamatan Jetis, Yogyakarta  itu mengatakan akan menunggu  sampai dokumen diserahkan sebelum mengambil langkah  selanjutnya. “ Kita tunggu dokumennya , tentunya akan ada langkah hukum selanjutnya , yaitu mencari keadilan dan pemulihan nama baik , “ katanya.

Ditanya wartawan berkaitan putusan itu , pihak BPMPPT Kabupaten Sleman melalui Kasubag Bantuan Hukum Setda Sleman Ishadi  belum banyak berpendapat . “ Kita tunggu salinan putusan dulu, “ singkatnya sambil menuju mobil.

Sengketa ini bermula atas pembangunan Hotel Premier Inn Satoria di Jalan Laksda Adisucipto km 8 Sleman. Agus selaku pemilik tanah yang lokasinya tepat berada di belakang bangunan hotel tidak pernah dimintai izin berkaitan permohonan HO.

Dalam perkembangannya justru muncul surat yang menyatakan Agus menolak memberikan izin karena menginginkan lahannya dibeli dengan harga tidak wajar. Upaya untuk mendapatkan informasi  mengenai penerbitan HO hotel  selalu gagal , akhirnya pemohon mendaftarkan  sengketa informasi ini di KI DIY.

Penulis : Eko Purwono