Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

Prosesi pelantikan Ketua FKPPI DIY Handoko Wiseso
YOGYAKARTA ( info- jogja.com) -  Wisesa Handaka Wiseso resmi dilantik sebagai Ketua Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri Indonesia (FKPPI)  DIY, Sabtu (14/4/2018) di Museum Monumen Jogja Kembali.

Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum FKPPI  Pusat Ponco Sutowo. Bersamaan acara tersebut dikukuhkan pula Lembaga Bantuan Hukum (LBH)  Swadek dan Badan Bela Negara.

Ponco Sutowo dalam sambutannya mengatakan bahwa  FKPPI merupakan organisasi masyarakat yang terbesar di negara ini, memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Bela negara ini menjadi satu pintu masuk bagi FKPPI menjadi mata dan telinga TNI yang artinya kita bisa menjadi bagian untuk pengamanan wilayah, sebagai abdi masyarakat seharusnya teman- teman melakukan bela negara sehingga kemanan negara  terjaga,”kata dia.

Ketua FKPPI DIY, Wisesa  Handaka  usai dilantik mengatakan siap menjalankan merangkul untuk bekerjasama dalam menjaga stabilitas NKRI.

“Akan segera kita lakukan konsulidasi untuk bela negara dan bantuan hukum. Kedepan kedua ini menjadi gardu terdepan untuk mengabdi membantu masyarakat,”tuturnya.

Ditegaskannya tujuan utamanya adalah membantu pemerintah.”Intinya sebenarnya kalau nilai- nilai pancasila itu diamalkan otomatis persatuan dan kesatuan bisa terjalin. Ideoligi Pancasila itu adalah sebagai alat pemersatu bangsa kita,”tandas Wisesa Handaka.

Penulis: Maryatun

-
Agenda acara peringatan  Hari Jadi ke-70 Desa Caturtunggal
YOGYAKARTA (info-jogja.com) – Memasuki usia ke-70 Desa Caturtunggal pada tahun 2018 ini terus berbenah melalui visi dan misi yang menjadi motivasi untuk  bekerja keras dan berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Tema besar hajatan tahunan ini yakni “Keragaman Budaya Menyatukan Rasa, Serumpun Seni Berjuta Aksi” yang bermakna Pemerintah Desa Caturtunggal  berusaha mempererat rasa persaudaraan.

“Desa Caturtunggal merupakan Indonesia mini yang nyata dalam konteks keberagaman. Warga dari berbagai ras dan suku ada di Indonesia dapat dijumpai di sini, hal tersebut  mendasari tema hari jadi Desa Caturtunggal ke 70 tahun ini,”jelas Ketua Panitia Hari Jadi Desa Caturtunggal, Aminudin Aziz didamping Kirwanto, Sabtu (14/4/2018) kepada info-jogja.com.

Menurut sejarah lanjut Aziz, lahir dan berdirinya Desa Caturtunggal adalah berdasarkan Titah Sampeyan Dalem Sinuhun Sri Sultan Hamengkubuwono IX selaku Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Saat itu beliau mengeluarkan maklumat nomor 5 Tahun 1948, memuat titah tentang perubahan daerah-daerah kalurahan yang terdiri dari, Kalurahan Karangwuni, Kalurahan Mrican, Kalurahan Demangan, Kalurahan Ambarukmo dan Kalurahan Kledokan. Maka sejak dikeluarkannya maklumat tersebut, maka seluruh Kalurahan tersebut dinyatakan bergabung dan melebur menjadu Kalurahan Caturtunggal,”ungkap dia.

Sementara Kepala Desa Caturunggal Agus Santoso S Psi berharap peringatan ini menjadi titik tolak menuju desa yang semakin mandiri dan sejahtera sesuai dengan visi dan misi.

”Kami berharap seluruh  rangkaian peringatan hari jadi yang ke-70 ini dapat dinikmati, dirasakan dan dirayakan oleh seluruh lapisan masyarakat yang penuh keragaman,”tuturnya.

Rangkaian acara diawali dengan kegiatan jalan sehat  pada tanggal 1 April 2018 di Lapangan Klebengan. Selanjutnya  Kethoprak pada  7 April 2018 di Padukuhan Kledokan, Parade Hadroh tanggal 8 April 2018 di Padukuhan Karangmalang, Kirab Budaya  15 April 2018 dimulai di Pendopo Ambarukmo dan Finish di Lapangan Realeno Universitas Sanat Dharma.

Tirakatan  18 april 2018 di Balai Desa Caturtunggal, Upacara 19 April 2018 di Lapangan Klebengan, Festival Dolanan Anak 21 April 2018 di Balai Desa Caturtunggal, Sepeda Santai, Senam Massal, Jathilan  digelar 22 April 2018 di Lapangan Janti, Bazar Potensi Desa  27-28 April 2018 di Balai Desa Caturtunggal.

Selanjutnya digelar Pentas Wayang Orang oleh Kelompok Bayu Badjra tanggal 28 April 2018 di Balai Desa Caturtunggal dan rangkaian kegiatan ditutup dengan pertunjukan wayang kulit oleh Ki Seno Nugroho tanggal 1 Mei 2018 di Padukuhan Papringan.

Penulis : Eko Purwono

-
TEMPEL (info-jogja.com)  – Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Tempel melantik 8 orang Pengawas Pemilu Desa (Panwasludes), Sabtu (7/4/2018)  di Pondok Makan Pakem Sari Jalan Pakem – Turi, Sleman.

Pelantikan dan pengambilan sumpah dipimpin oleh Ketua Panwaslu Tempel, Utma Masniyati Saniya  dengan rohaniawan Kepala KUA Tempel Sigit Purnomo selaku Kepala KUA Tempel. Pada kesempatan tersebut sekaligus dilakukan pembacaan pakta integritas dan bimbingan teknis bagi Panwasludes.

“Berdasarkan undang-undang nomor 7 Tahun 2017, setelah dilantik 8 orang panwasludes ini selanjutnya akan bertugas melakukan pengawasan tahapan Pemilu 2019 di wilayah desa masing-masing,”kata Utma Saniya disela acara.

Penandatanganan berita acara pelantikan.
Menurut dia, dengan waktu  pelaksanaan pemilu serentak maka tugas pengawasan Pemilu 2019 akan lebih berat dibandingkan dengan pemilu-pemilu sebelumnya.

”Melalui pemilu serentak, yakni bersamanya pelaksanaan pilpres dan pileg maka diperlukan pengawasan lebih ekstra. Panwasludes dituntut bekerja  jujur, adil, profesional, proporsional sehingga terwujud pemilu yang demokratis dan berintegritas, ”tutur dia.

Pemberian ucapan kepada Panwasludes usai dilantik
Sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Sleman Ibnu Darpito berharap kepada Panwasludes untuk segera menyesuaikan diri, segera berkoordinasi dengan stakeholder dalam melaksanakan tugas pengawasan.

“Segera lakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan di wilayah desa, diantaranya dengan PPS, pantarlih, kepala desa dan sebagainya karena hal tersebut akan membantu dalam menjalankan tugas pengawasan. Karena  waktu dekat ini kita akan segera  melakukan pengawasan coklit data pemilih yang akan dilakukan pentarlih,”jelas Ibnu.

Berikut ini nama-nama anggota Panwasludes di Panwaslu Tempel yang dilantik :

1. Purnomo  Desa Merdikorejo
2. Akhid Rahmawan  Desa  Lumbungrejo
3. Tri Hartanto Desa  Margorejo
4. Rahardi Budi Raharjo Desa Mororejo
5. Daryanto Desa Pondokrejo
6. Baryono Desa  Sumberrejo
7. Heri Purwanto Desa Tambakrejo
8. Intika Chunda Desa Banyurejo

Penulis : Eko Purwono
-
BANTUL (info-jogja.com) – Mewakili Wakil Gubernur (Wagub) DIY, KGPAA Paku Alam X,  Kepala Bidang Permuseuman Dinas Kebudayaan DIY, Drs Budi Hudoyo meresmikan rintisan Museum Budaya Pesisir Selatan, Minggu (5/4/2018) di Pantai Kuwaru Poncosari, Sanden, Bantul.


Bersamaan kegiatan tersebut dilakukan pula Peluncuran Video Paket Wisata Pantai Kuwaru. KGPAA Paku Alam X  dalam sambutan tertulisnya mengatakan bahwa  sejarah selalu membahas kehidupan manusia dimanapun berada.

“Sejarah tidak hanya mempelajari masa lalu tapi masa kini dan masa mendatang. Masa lalu merupakan sesuatu yang penting untuk diketahui dan dipahami agar telah dilakukan masa lalu dapat dijadikan pijakan untuk menapak hari ini dan untuk melangkah masa depan,”sebut Budi Hudoyo.

Sementara Wakil Bupati Bantul Drs Abdul Halim menyampaikan apresiasi dengan didirikan museum ini. “Kami berharap kehadiran museum ini akan memberi nilai edukasi bagi anak cucu dan maupun masyarakat luas sehingga keberadaan tradisi dan budaya yang berkembang di pesisir Jawa,”pinta dia.

Ditambahkan Ketua Museum Budaya Pesir Selatan, Suharyani Nurwati, pihaknya berharap keberadaan museum ini  menjadi wadah budaya pesisir selatan bagi generasi penerus.

“Jangan sampai tidak tau bagaimana jerih payah dan suka dukanya sebagai nelayan yang menangkap ikan di tengah lautan dengan ombak yang besar dan besar resikonya,”tutur dia.

Penulis : Maryatun
-
Pemberian santunan PCNU Bantul kepada 1048 anak yatim
BANTUL (info-jogja.com) - Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bantul PCNU Bantul memperingati Harlah Nahdlatul Ulama (NU)  ke- 95, kegiatan diwarnai aksi sosial dengan menyantuni sebanyak 1048 anak yatim di Kantor PCNU Bantul, Minggu (1/4/2018) siang.

Santunan  diberikan dengan mengandeng  Bank Mandiri  berupa peralatan sekolah dan uang sebagai dukungan, motivasi semangat sekolah anak- anak yatim di Bantul. Penjelasan tersebut disampaikan Ketua Tanfidzijah PCNU Bantul, H Yasmuri disela acara.

“Pemberian santunan kepada anak yatim semakin mempererat tali ikatan batin antara pengurus NU Bantul, Bank Mandiri serta anak- anak yatim, mereka merupakan generasi penerus pimpinan bangsa,” jelas dia.

Menurut Yasmuri, tercatat sebanyak 1048 anak yatim dapat disantuni melalui kerjasama  Bank Mandiri dan para dontur semuanya terhimpun sejumlah Rp 250 juta.

“Sebagai organisasi masyarakat kami senang bisa turut berperan aktif dalam aksi kepedulian sosial, kali ini kita berikan santunan pada anak yatim sejumlah Rp 250 juta, kita target 1000 anak tersantuni namun jumlah pendaftar melebihi target,”tuturnya.

Wakil Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih mengapresiasi kegiatan.”Ini sebagai bentuk kepedulian solidaritas PCNU Bantul dan Bank Mandiri kepada anak yatim di Kabupaten Bantul, kami sangat mengapreisasi,”ungkapnya.

Sementara Maqin Nurhadi sekalu Regional CEO Bank Mandiri Wilayah Jawa Tengah – DIY mengungkapkan bahwa pemberian santunan ini merupakan bentuk CSR Bank Mandiri bersama PCNU Bantul yang telah terjalin, tahun lalu acara serupa digelar berupa khitanan massal.

“Dengan pemberian santunan kepada anak yatim diharapkan akan semakin menambah motivasi anak agar bersemangat bersekolah,”harap dia.

Turut diundang pada kesempatan itu Wakil Bupati Bantul Kapolres Bantul AKBP Sahat M Hasibuan beserta  tokoh- tokoh ulama dan jajaran pengurus NU se- DIY.

Penulis : Maryatun