Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

Ir Kuswandi SH MH  mendampingi  Niken Retnani Nur Endah W  selaku ahli waris alm Samuel Soegito, 

SLEMAN (info-jogja.com)  – Korem 072/Pamungkas mengambil alih pengelolaan Wisma Kaliurang dengan mengosongkan wisma, Selasa (22/5/2018) siang. Pengosongan dilakukan dengan mengeluarkan perabot milik pengelola Niken Retnani Nur Endah W  yang merupakan ahli waris alm Samuel Soegito.

Keduanya yakni pihak pihak waris dan Korem 072/Pamungkas  sama-sama mengklaim kepemilikan atas aset yang terletak di kawasan wisata Kaliurang Sleman itu.

Ditegaskan Kasilog Korem 072/Pamungkas Kolonel I Made Alit Yudana yang juga ditunjuk sebagai Ketua Tim Penertiban bahwa  Wisma Kaliurang merupakan aset negara yang dimiliki TNI dan telah ada sejak zaman Belanda. Wisma Kaliurang pernah digunakan sebagai Pusat Pendidikan Musik (Pusdiksik) Janmipersad yang dikelola Minpers Kodam IV/Diponegoro.

“Sesuai surat Pangdam IV/Diponegoro kepada Janminpersad No. B/2511/XI/1980 tanggal 3 November 1980. Pengelolaan kemudian dialihkan dari Minpers Kodam IV/Diponegoro ke Korem 072/Pamungkas sesuai surat Pangdam IV/Dip No. B/05/I/1981 tanggal 2 Januari 1981, selanjutnya surat Pengdan IV/Dip No. B.523/IV/1981 tanggal 6 April 1981 tantang izin kepada Korem 072 untuk mengelola gedung/tanah eks Pusdiksik,”jelas Made kepada wartawan disela pengosongan.

Made menjelaskan pada 16 April 1986 gedung eks Pusdiksik digunakan sebagai Mess Korem 072 untuk pelayanan tamu. Sedangkan pengelolaannya dilakukan oleh pihak ketiga yakni Alm Samuel Soegito sesuai Surat Perintah Danrem 072 dengan nomor Sprin/135/IV/1986.


“Surat perisi perintah kepada Bapak Samuel Soegito untuk mengelola Mess Korem yang ada di Timoho, Wisma Kaliurang, Wisma Hastorenggo I dan Wisma Hastorenggo II di Kaliurang. Tapi sejak itu sampai sekarang tidak pernah ada kejelasan, malah berupaya memiliki,” jelas dia.


Menurut Kasilog, sebelum dilakukan penertiban pihaknya telah melakukan pertemuan dengan ahli waris sebanyak 3 kali. Namun ahli waris tetap bersikukuh tidak mau melepas aset dan memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan persoalan itu ke Denpom IV/2 dan melayangkan gugatan ke PN Yogyakarta.

Kasilog Korem 072/Pmk Kolonel Inf made Alit Yudana
“Kalau ada gugatan ya dihadapi, tidak masalah. Itu hak warga negara karena negara kita ini negara hukum. Dilaporkan ke Denpom juga silahkan. Yang jelas Wisma Kaliurang ini aset milik TNI AD, seluruhnya ada 4 bangunan. Tapi oleh pengelola sebelumnya ada penambahan-penambahan,” paparnya.

Setelah penertiban, lanjut Made Alit, set kemungkinan akan dibiarkan terlebih dulu. “Yang penting kita kuasai dulu asetnya. Kalau pun mau diperbaiki tidak memungkinkan sekarang karena butuh biaya besar. Perlu diketahui juga yang kita kuasai itu bangunannya saja karena tanahnya itu tanah SG. Kami hanya mencabut kembali hak pengelolaannya dan dikembalikan ke Korem,” pungkasnya.

Sementara Kuasa Hukum ahli waris Alm Soegito, Ir Kuswandi SH MH , pihaknya  mengaku tidak berdaya melawan kesewenang-wenangan Korem 072.”Menurut kami ini adalah sebuah pelanggaran dan menurut korem  benar, beda pendapat dalam hal ini hal biasa, hal yang harus jaga dan hargai. Kami tidak menentang tidak menyalahkan siapapun, kita tidak bisa menghalangi pengosongan ini,”ungkap Kuswandi kepada wartawan.

Sebagai praktisi hukum, pihaknya menyesalkan  langkah eksekusi oleh TNI-AD. “Saya baru kali ini melihat seperti mengusir orang, selama kami beracara dalam melakukan eksekusi dengan cara yang benar, diantaranya dengan menyediakan tempat dan angkutan sedangkan ini angkutan seadanya . Kemudian ini tidak ada berita acara seperti layaknya  eksekusi yang diharapkan,”sesal dia.

Upaya perlawanan ditempuh dengan menggambil langkah hukum hukum, Kuswandi menambahkan pada 14 Mei 2018  telah mendaftarkan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) di Pengadilan Negeri Yogyakarta dan upaya pidana.

“Sebagai wakil anggota  masyarakat yang tidak bisa berbuat banyak, tidak berdaya untuk melawan sebuah institusi TNI AD. Harus rela dan berat hati dengan rasa tangis. Kita menunggu proses  dan putusan persidangan di pengadilan,”ungkap dia.

Dia berpendapat, bahwa bukti memiliki tanah bukan sebuah dari regristasi atau IKMN melainkan bukti hak sah yang tercatat dalam perundangan UUPA yag sudah berlaku sejak 1984 hingga saat ini terlebih setelah terbit UU  keistimewaan DIY Nomor 13 tahun 2012.

”Dalam UU keistimewaan bahwa  tanah yang  berasal dari tanah negara menjadi tanah kraton, kami tidak mengerti bagaimana pihak lain termasuk TNI mengklaim atas dasar register,”tandas dia.

Sebelumnya ahli waris telah melaporkan Kasilog ke Denpom IV/2 Yogyakarta, Minggu (20/5/2018) malam yang dituangkan dalam Surat Tanda Terima Laporan Pengaduan Nomor LP/13/V/2018.

Penulis : Eko Purwono
SLEMAN (info-jogja.com)Satu lagi pilihan destinasi kafe kopi hadir di Jogja,  oleh salah satu penggagas Agus Santoso SPsi dinamai Our Coffee dengan mengusung tagline Pesta Kopi Selalu. Menurutnya, our coffee dimaknai  sebagai kopi untuk kita para penikmat kopi.

Acara diwarnai  performa musik, free coffee, pemotongan tumpeng dan bincang kopi bersamaTrio Agus, kolaborasi Agus Santoso, Agus Prasetyo dan Agus Sentrum.

“Our coffee berarti kopi untuk kita semua, untuk semua kalangan tanpa ada sekat dengan ciri khas yang kita miliki, di sini jadi tempat berinteraksi juga media berkomunikasi,”jelas Agus disela acara Grand Opening Our Coffee, Sabtu (12/5/2018) malam di Jalan Lembah UGM Karang Malang, Caturtunggal, Depok.

Pemotongan tumpeng oleh pemilik usaha Persewaan Perlengkapan Pesta WK, Wakijan diberikan kepada Agus Sentrum
Diungkapkan Agus yang juga menjabat Kepala Desa Caturtunggal bahwa dengan mengkonsumsi kopi dapat menyehatkan badan.”Kopi itu menyehatkan dan nikmat, bahkan membuat cerdas hal itu pernah saya buktikan dari mencoba dibeberapa kedai kopi,”ungkap dia diamini orang tuanya Wakijan sebagai pemilik usaha Persewaan Perlengkapan Pesta WK.


Bincang kopi bersama Trio Agus
Penggiat Kopi Jogja, Agus Prasetyo dalam kesempatan tersebut membeberkan dan berharap kehadiran destinasi kopi di wilayah Depok ini berpengaruh positif pada  dunia bisnis.

“Pilihan destinasi kedai kopi ini diharapkan akan memberikan influence (pengaruh*red) positif dunia bisnis, menjadi nilai tersediri di masyarakat,”beber dia.

Varian menu kopi di Our Coffee
Beralihnya  kultur di  Jogja yang awalnya tren ke arah minum teh, kini bergeser ke arah kebangkitan dunia kopi.”Tahun 2018 tercatat  ada sekitar 1100 - an  kopi party di DIY, padahal di tahun 2014 baru ada 350. Sedangkan di Indonesia terdapat 100 varietas kopi, dari jenis robusta dan arabika dengan prosentase ekspor dan impor seimbang,”jelas dia.

Suasana Grand Opening Our Coffee
Ditambahkan Owner Our Coffee, Agus Sentrum, pihaknya menyajikan kopi dengan seduh manual atau manual brewing, tersedia pilihan kopi, coklat dan beberapa minuman lain, didukung fasilitas representatif satu diantaranya free wifi yang bisa dinikmati sesuka hati.

“Our coffee juga  menyediakan kopi tubruk, V 60, vietnam drip, serta kopi asal daerah, antara lain arabika Flores,arabika Bali, robusta  dan arabika Temanggung dan Signature Coffee,”katanya.

Salah satu sudut Our Coffee
Bicara soal harga, terbilang sangat terjangkau, rata-rata hanya dipatok Rp 10 ribu saja. “Coffee vietnam drip, coffee milk, coffee late, black coffee, chocolate, green tea, mint tea dan lychee  rata-rata dipatok dengan harga  Rp 10 ribu,”katanya,  tersedia pula snack extra antara lain kentang goreng, roti bakar, roti bakar, mie goreng, mie rebus our dan pizza mie our, Agus menambahkan.

Penulis : Eko Purwono
- -
YOGYAKARTA (info-jogja.com) - Menyambut perayaan  World Milk Day atau  Hari Susu Se-Dunia  pada 1 Juni mendatang, Frisian Flag  memperbaiki fasilitas olahraga di SD Lempuyangwangi I  Yogyakarta. Perbaikan menyasar fasilitas olahraga yang sering digunakan anak yakni  lapangan basket. Upaya ini dipilih sebab gaya hidup aktif melalui olahraga rutin penting untuk ditanamkan sebagai bagian dari aktifitas sekolah.

Dalam siaran pers yang diterima info-jogja.com, Jumat (11/5/2018),  Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia, Andrew F Saputro mengatakan  Frisian Flag  berkomitmen membangun keluarga yang kuat dan sehat melalui kampanye ‘Drink. Move. Be Strong’ dengan mengajak anak-anak untuk aktif bergerak dan rajin berolahraga serta rutin minum susu.
Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia, Andrew F Saputro
“Sekolah adalah tempat yang sangat penting karena anak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya di sini. Mempunyai sarana olahraga di sekolah yang memadai sangat membantu rutinitas anak-anak berolahraga. Perbaikan sarana olahraga dilakukan Frisian Flag sejak April 2018 dan mulai hari ini lebih dari 580 siswa SD Lempuyangwangi I sudah bisa menggunakan lapangan,”jelas Andrew.

Sesi foto bersama siswa-siswi SD Lempuyangwangi I  Yogyakarta.

Pihaknya, lanjut dia lebih menekankan gaya hidup sehat dan aktif pada anak-anak  sebagai bagian dari edukasi publik melalui kampanye “Drink. Move. Be Strong” yang sudah digelar  semenjak tahun 2013.

 “Ini dilakukan dengan tujuan untuk menyebarkan pesan tentang pentingnya kebiasaan minum susu dan rutin berolahraga bagi pertumbuhan yang optimal. Hal ini didasari oleh hasil studi SEANUTS  atau South East Asian Nutrition Survey yang diinisiasi oleh Friesland Campina tahun 2012 terhadap lebih dari 16.000 anak usia 6 bulan – 12 tahun, menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia mengalami berbagai permasalahan terkait dengan kesehatan dan gizi, seperti gaya hidup kurang aktif, malnutrisi, kekurangan vitamin D serta gangguan pertumbuhan fisik atau stunting,”ungkap dia.

Para siswa memanfaatkan fasilitas lapangan basket.

Frisian Flag menggunakan hasil studi SEANUTS untuk terus meningkatkan edukasi tentang gaya hidup sehat dan aktif.”Kami sangat senang hari ini bisa merampungkan perbaikan sarana-sarana olahraga dan bersama anak-anak menerapkan kebiasaan minum susu dan rutin berolahraga sambil menyambut Hari Susu Sedunia yang jatuh pada 1 Juni 2018,” Andrew menambahkan keterangannya.

Rangkaian acara diisi pula diskusi tentang kebaikan gizi yang terkandung dalam susu, minum susu bersama, dan olahraga bersama guru dan siswa. Event Frisian Flag ini  telah dilakukan mulai 8 - 15 Mei 2018 di Makassar,  Pekanbaru (8/5), Bandung (9/5), Jakarta dan Surabaya (11/5), Banjarmasin (14/5), dan akan ditutup  Palembang (15/5). Tercatat lebih dari 6000 anak di 8 Sekolah Dasar mendapatkan edukasi dari Frisian Flag mengenai pentingnya minum susu rutin setiap hari dan berolahraga secara teratur.

Penulis : Eko Purwono
- - -

SLEMAN (info-jogja.com) –  Dengan tageline “Pesta Kopi Selalu”,  OUR COFFEE  hadir di Jogja,  Grand Opening OUR COFFEE akan digelar Sabtu (12/5/2018)  di Jalan Lembah UGM Karangmalang, Caturtunggal , Depok, Sleman, DIY.




Acara dibuka  pada pukul 19.00 – selesai, rencananya  dimeriahkan Fade and Bolo Ngopi,  tersedia pula free coffee ketika  acara berlangsung.

Penulis : Eko Purwono

- -
Sesepuh PSS Sleman, Mbah Mul.
SLEMAN (info-jogja.com) – Gagal memetik kemenangan di laga partai tandang ke Gersik , PSS Sleman versus Gresik United berbuntut hengkangnya Herry Kiswanto dan itupun menuai reaksi Sesepuh PSS Hendricus Mulyono.

Mantan manajer PSS ini menilai bahwa penggambilan Herry Kiswanto atau Herkis sebagai arsitek pelatih tim kebanggaan Brigata Curva Sud (BCS) dan Slemania adalah sebuah kesalahan besar.

“Pengambilan Herry Kiswanto itu termasuk Blunder (kesalahan besar*red), karena dia sudah pernah kena kasus sepak bola gajah, itu seharusnya tidak usah diambil,”jelas pria yang akrab disapa Mbah Mul ini kepada wartawan, Minggu (10/5/2018) pagi.

Untuk perbaikan PSS, dia mengapresiasi sikap dan keberanian manajer untuk memecat Herkis.”Sebetulnya PSS mau naik ke liga I itu lebih mudah daripada jaman saya dulu, dulu harus cari lapangan, pindah lapangan, jadi penggelolaan PSS  ini lebih enak sebab stadion sudah ada suporter sudah ada, kalau sekarang belum naik ya perlu  diprogram tiga atau empat tahun mendatang,”ungkap dia.

Saat ini manajemen tinggal bersiap mencari figur pengganti yang cukup ideal, ditambah lagi  PSS telah memiliki stadion yang cukup baik. Mbah Mul menyebut PSS butuh sosok pelatih muda, memiliki komitmen dan target jelas mengantarkan tim promosi ke Liga 1.

“Arsitek pelatih ini harus lihat lawannya, selama ini pertandingan monoton, harusnya pelatih yang muda, jangan yang tua,”himbaunya.

Dia, berharap nantinya dipilih pelatih muda serta memenuhi syarat dan lisensi aturan.”Yang terjadi manajemen kurang jeli saat dilakukan pemilihan pelatih, pelatih itu juga harus betul-betul punya rasa tanggungjawab bukan karena kontraknya saja, namun juga bertanggungjawab kepada warga Sleman dan DIY,”tuturnya.

Dalam catatan, Herkis sempat menahkodai tiga laga diantaranya kontra PS Mojokerto Putra, PSS berhasil mengamankan tiga angka setelah menang 3-1.Kontra Madura FC, PSS tersungkur 1-2. Terakhir laga ketiga kontra Persegres Gresik United, PSS bermain imbang bertahan dengan skor kacamata alias 1-1.

Penulis : Eko Purwono

-