Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

SLEMAN (info-jogja.com) – Satu lagi pilihan tempat kuliner dengan menu spesial Siomay hadir di Jogja, si pemilik Heru Purnomo (41) sengaja memilih nama Siomay Bang Jarwo. Bicara soal rasa tak kalah dengan siomay di tempat lain.

 “Sengaja kami pilih nama bang Jarwo, sebab nama tersebut sudah familier di masyarakat, mulai anak hingga dewasa,”ungkap pria yang akrab dipanggil Heru ketika ditemui info-jogja.com di warungnya CT II E 9 Tawangsari Desa Caturtunggal Kecamatan Depok Kabupaten Sleman, Selasa (17/10/2017) petang.



Dijelaskan  Heru, pengunjung boleh memilih sajian siomay biasa ataupun dalam sajian goreng.”Konsumen bebas memilih sendiri sajian siomay yang tersedia dalam panci besar, boleh kok menggoreng sendiri,”bebernya sembari melayani pembeli.

Bicara soal harga, Heru memasang tarif dengan harga terjangkau namun tidak meninggalkan kualitas rasa.” Harganya Rp1.500 – Rp 2.000 per biji, tersedia jiga pilihan menu pelengkap berupa kentang, pare, tahu, telur, kubis dan bakso sedangkan siomay diolah dengan campuran  daging tengiri segar sehingga rasanya lebih gurih,”urainya.

Siomay Bang Jarwo juga melayani order pemesanan, bisa langsung menghubungi nomor telpon atau WA 087826531230.

Penulis : Eko Purwono.
-
Suasana pengundian hadiah utama.
KULONPROGO (info-jogja.com) - Penarikan undian hadiah Tabungan Sutera dan Sutera Emas  Bank Pembangunan Daerah DIY (BPD DIY) digelar   di  Alun- alun Kota  Wates, Sabtu (14/10/2017) malam, dimeriahkan penampilan artis papan atas  Ayu Ting Ting.

Menurut Direktur Utama Bank BPD DIY Bambang Setiawan bahwa  pengundian hadiah ini  terbilang istimewa. ”Selain penarikan undian tabungan berhadiah, malam ini kita sengaja  menghibur semua warga tercinta di Kulonprogo dan menyemarakkan  Hari Jadi Kabupaten Kulonprogo ke 66,”ungkap Bambang ketika menyampaikan sambutan seraya menambahkan sekaligus mangayubagyo pelantikan  Gubernur dan Wakil Gubernur DIY.

Ditambahkannya, acara ini dimeriahkan  dengan konser musik Ayu Ting Ting.”Semoga  Kulonprogo tetap menjadi kabupaten yang gemah ripah loh jinawi,”pinta Bambang.

Bupati Kulonprogo  Hasto Wardoyo menyampaikan apresiasi untuk Bank BPD DIY yang telah menghibur seluruh warga Kabupaten Kulonprogo."Pada kesempatan yang berbahagia ini atas nama pemerintah daerah dan seluruh warga  mengucap syukur Alhamdulillah karena pada penarikan undian salah satu warga Kulonprogo mendapat satu unit mobilio,"ungkapnya.

Hasto juga mengucapkan terima kasih kepada Bank BPD DIY yang telah  menyelenggarakan acara undian hadiah di Kulonprogo."Warga Kulonprogo sudah terlatih untuk menabung,,"imbuh Hasto.

Turut hadir dalam kesempatan pengundian hadiah itu diantaranya  Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo,  Notaris Marhadi Tommy, SH, Dinas Sosial DIY , pejabat Polsek Wates, Direktur Pemasaran dan unit Syariah Bambang Kuncoro, Direktur Umum Cahyo Widi, Direktur Kepatuhan Santoso Rohmad, Pimpinan Cabang BPD Wates Christina Hariarsi, Pimpinan Cabang  Utama Wartono Agus Rohmadi, Pimpinan Cabang  Sleman Syaifuddin Choiri.

Bukan hanya itu, Bank BPD DIY  akan mengadakan acara serupa di Alun – alun Wonosari pada  tanggal 23 Oktober 2017 yang dimeriahkan  penampilan  artis  biduan dangdut Via Valen.

Ada pula program undian tabungan Sutera dan Sutera Emas periode ke II atau undian regional berupa satu unit mobil mewah, 5 unit sepeda motor, 10 unit almari es, 10 unit mesin cuci, dan 10 unit TV.

Nasabah Bank BPD yang beruntung dan berhak atas hadiah utama satu unit Mobil Honda HRV yakni  nasabah Bank BPD DIY cabang utama dengan nomor undian  04748850 dan nomor rekening  001211026642 atas nama Daruslan. Sedangkan pemenang undian  berupa 3 unit Mobilio diraih oleh masing- masing nasabah dari  Cabang Utama, Kantor Cabang Wates dan Kantor Cabang Sleman.

Penulis : Maryatun.
-
Direktur PDAM Sleman Dwi Nurwata
SLEMAN (info-jogja.com) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sleman tengah mempersiapkan  pengembangan jaringan dengan sistem gravitasi. Dengan inovasi  ini diharapkan dapat menekan biaya produksi.

“Akan kita kembangkan jaringan baru dengan sistem gravitasi bumi, di wilayah  Sleman memungkinkan untuk diterapkan, tujuannya untuk mengurangi biaya produksi,”ungkap Direktur PDAM Sleman Dwi Nurwata kepada info-jogja.com disela mengikuti kegiatan donor darah di kantor sementara , kemarin.

Menurut pria yang akrab disapa Dwi, pihaknya sudah mempersiakan seluruh perangkat pendukung salah satunya persiapan sumber daya manusia.

”Kemarin kita melakukan studi banding  ke Wonosobo untuk mendapatkan referensi berkaitan sistem gravitasi. Untuk di sini (Sleman) kita sudah mendapatkan lokasi di Kebun Agung Kecamatan Minggir, di sana elevasinya sangat mendukung, ada lokasi ketinggian suatu tempat terhadap daerah sekitarnya,”jelas Dwi seraya menambahkan bahwa  sumber air direncanakan  diambil dari Kali Progo.

Dengan pengembangan ini, imbuh Dwi, nantinya dapat mencakup layanan di wilayah Kecamatan Minggir, Depok dan Sleman.”Karena sumber di Umbul Wadon terbatas, di tahun 2018 sudah dianggarkan SPAM regional dengan titik  lokasi daerah Minggir , dengan menggunakan  dana APBN yang diajukan Kabupaten Sleman ke Sakter,”urainya tanpa merinci berapa anggaran yang dialokasikan untuk penggembangan tersebut.

Dijelaskan juga dengan pengembangan pemanfaatan air menggunakan sistem ini dapat menghasilkan kapasitas  debit air hingga 300 liter per detik. ”Yang 200 liter per detik dialokasikan ke Kota Jogja sedangkan sisanya untuk mencukupi kebutuhan di wilayah Sleman,”tutup Dwi.

Penulis : Eko Purwono
-
KH Anwar Zahid  berceramah di Halaman Masjid Al-Mubarok Padukuhan Plumbon Desa Mororejo.
SLEMAN (info-jogja.com) – Ribuan jamaah memadati pengajian yang disampaikan oleh Kyai kocak KH Achmad Anwar Zahid yang akrab disapa KH Anwar Zahid di Halaman Masjid Al-Mubarok Padukuhan Plumbon Desa Mororejo Kecamatan Tempel Kabupaten Sleman, Rabu (11/10/2017).

Menurut Ketua  Takmir Masjid Al-Mubarok KH Mafud Hanafi pengajian digelar dalam  rangka memperingati Tahun Baru Hijriah 1439 H.

 ”Pengajian akbar dengan mengundang kyai sekaliber KH Anwar Zahid  ini baru pertama kali diadakan di  wilayah Kecamatan Tempel,”jelas   Mafud Hanafi di hadapan  jamaah  seusai digelar Mujahadah yang dipimpin oleh Pimpinan Pondok Pesantren As Salam Banyurejo KH Asyari.

Dia  juga   mengungkapkan rasa syukurnya, bisa mengundang kyai kondang meski harus menunggu sekian tahun. ”Kita menunggu dua tahun, 4 bulan, 28 hari penantian dan malam hari ini beliau bisa dipertemukan di hadapan jamaah semua,”ungkapnya, sembari berharap hal ini bisa membawa kemaslahatan umat,”pinta Mafud Hanafi.

Sementara itu kyai  asal  Bojonegoro Jawa Timur dalam ceramahnya menyampaikan perlunya bersikap lembut.”Salah satu ciri wali Allah yakni penuh kelembutan dan kasih sayang,”urai  pengasuh  pondok pesantren Attarbiyah Islamiyah Assyafi’iyah  Bojonegoro.

“Jangan mudah menggumbar perang dan perpecahan,”tandas dia disela-sela  ceramah yang selalu diselipkan guyonan itu.

Disela acara  diperkenalkan pula sebuah  produk jamu tetes Bio 7(seven)  yakni  produk herbal yang dipercaya dalam penyembuhan berbagai macam jenis penyakit oleh  Hendro Plered S Sn selaku Distributor Bio 7 wilayah DIY -Jateng.

Pantauan info-jogja.com ribuan jamaah yang berasal dari wilayah Kecamatan Tempel  dan Jawa Tengah tumpah ruah disepanjang jalan menuju Masjid Al-Mubarok,  sementara sebagian yang lain  menyimak  melalui beberapa  layar lebar yang telah dipersiapkan oleh panitia. Hadir  pula jajaran Muspika Kecamatan Tempel.

Penulis : Eko Purwono
- -
SLEMAN (info-jogja.com) – Tanaman jeruk Keprok Pontianak  dapat tumbuh optimal di wilayah Kabupaten Sleman, terbukti  seperti yang dibudidayakan Suratman (62), petani asal Padukuhan Kebur Kidul,  Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan. Yang menarik dalam pembudidayaan tanpa mengunakan zat kimia apapun.

“Saya pilih tanaman jeruk keprok Pontianak,  bibit saya peroleh  dari daerah Malang Jatim, ternyata hasilnya bagus, sementara baru kita coba tanam 150 pohon,”beber Suratman kepada info-jogja.com, Sabtu (7/10/2017)  siang disela rutinitasnya  merawat   tanaman jeruk yang telah berumur 4 tahun.

Suratman menunjukkan pohon jeruk miliknya.
Diakuinya, tidak ada aplikasi  zat kimia apapun dalam melakukan perawatan dan budidaya  tanaman sehingga buahnya segar alami dan aman dikonsumsi.

“Pemupukan dipakai pupuk  organik bebas pestisida, untuk penanggulangan hama lalat buah kita libatkan musuh alami berupa laba-laba, kebiasaan laba-laba yakni membuat sarang untuk menjebak lalat buah, sedangkan penyakit selama ini belum ditemukan,”urai dia  sembari menunjukkan kebun seluas 1000 m2 tersebut.

Menurut pria mantan Dukuh Kebur Kidul ini  faktor utama dalam menanam jeruk adalah kualitas benihnya dan pola tanam."Tergantung juga oleh  cadangan makanan dalam tanah untuk menghasilkan panen tinggi dan nilai ekonomis tanaman lebih lama, saat ini saya tanam dengan jarak 3 meter,”jelas dia.

Suratman  bersama  pembeli.
Disinggung mengenai produksi, Suratman belum bisa merinci dia juga mengaku tidak terkendala dalam hal pemasaran.”Selama ini belum pernah saya hitung, hanya  dalam satu kilogram terdiri 6-10 biji, saat ini kita jual dengan harga Rp 10 ribu per kg. Soal pemasaran tidak massalah, bahkan banyak pembeli yang langsung ke lokasi kebun ”ungkapnya.

Kedepan tambahnya, akan dicoba tanaman jeruk varietas Keprok Purworejo.”Sekaligus tumpangsari dengan tanaman kelapa,sebagian sudah kita tanam sambil menunggu bibit pesanan datang,”pungkas dia.

Penulis : Eko Purwono.
- -