Select Menu
Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA

PUBLIK

KULINER

HOTEL

INFO

KESEHATAN

EVENT

PARIWISATA

Cetuskan 22 Inovasi Unggulan , KUA Tempel Siap Berkompetisi di Lomba KUA Teladan Tingkat DIY
KUA Kecamatan Tempel
SLEMAN (info-jogja.com) –  Mengusung jargon KUA Melayani Lebih Dekat Kepada Umat , Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tempel melenggang pada lomba KUA teladan tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui Surat Keputusan (SK)  Kepala Kantor Kemenag  Kabupaten Sleman yang dilayangkan pada 10 Januari 2017 pastikan KUA Tempel  akan  ikut  berkompetisi nanti.

“ Kita telah menerima SK Kepala Kemenag Sleman pada 10 Jaunari 2017 untuk maju di lomba KUA tingkat DIY ,   semua sudah kita  persiapkan untuk berkompetisi nanti , “  sebut Kepala KUA Tempel H.Ujang Sihabudin, S.Ag, MSI kepada info-jogja.com , Selasa (17/1/2017). 

Bicara Standar Pelayanan Minimal ( SPM)  di KUA telah diaplikasikan sistem informasi manajemen berbasis teknologi informasi.

“ Sudah kita terapkan beberapa aplikasi sistem TI diantaranya Sistem Informasi Manajeman Nikah (Simkah) sesuai standar ,Sistem Informasi Wakaf (Siwak), Sistem Informasi Manajeman Bimas Islam (Simbi),  Sizak dan Simas,” tambahnya.

Pihaknya meminta dukungan dari warga masyarakat untuk menjadi yang terbaik dalam upaya pelayanan optimal kepada masyarakat .” Mohon doa restu dari warga Sleman khususnya, semoga KUA Tempel bisa memberikan yang terbaik , “ pinta dia.

Selain itu dalam mempersiapkan kompetisi ini , KUA Kecamatan Tempel telah menciptakan 22   program Inovasi dan semuanya telah direalisasikan.

Berbagai inovasi yang  telah digagas diantaranya :  progran pemberdayaan ketahanan ekonomi keluarga berbasis Masjid hasil    kerjasama KUA dan Baznas Kabupaten Sleman, deklarasi  stop pernikahan dini, stop hamil sebelum nikah dan stop KDRT (Stop 3S), Tahfiz kolaborasi  KUA dan MTSN Tempel, Deklarasi GSSB (Gerakan Sholat Shubuh Berjamaah) kerjasama KUA dan Masjid Alwaqof  desa Lumbungrejo.

Lalu ,pernikahan hijau lestari berbasis Masjid dan Sekolah, interkoneksi Program Bina remaja dan keluarga, pembinaan kelompok seni dan budaya kearifan lokal, Sosialisasi bahaya Vandalisme di lingkungan pesantren  kerjasama dengan Pemda Sleman, Saresehan kerukunan umat beragama dengan  FKUB Kabupaten Sleman, Pembinaan UKM dan Sosialisasi Prohal mengandeng  MUI Kabupaten Sleman.

Pelatihan Hisab Rukyat kerjasama dengan  LFNU Kabupaten Sleman, Pelatihan dan Pembinaan Satgas 3S  KUA dan LSM Shalter Khadijah , Pembinaan Nadhir Wakaf bersama  BWI Kabupaten Sleman, pelatihan dan pembinaan Imam Khatib bersama LP2M UIN Sunan Kalijaga.

Ada lagi pelatihan dan pembinaan Ustadz Ustazdah TPA melalui kerjasama dengan Badko Sleman,  pelatihan pangrupti loyo bagi guru PAI Se –Kecamatan Tempel kerjasama KUA - UPT Yandik, Penasihatan berintegrasi dengan  RS Sakina Idaman.

Pembinaan Hafidz dan Hafidzah se- Kecamatan Tempel dan Semaan Alquran,  Pembinaan Lembaga Keagamaan MUI,IPHI,DMI,LPTQ, UPZ, BP4 dan Ormas, Pembinaan PAH, Pembinaan DBKS dan Sinergitas program KUA dan desa se-Kecamatan Tempel.

Penulis : Eko Purwono
Buntut Polemik Kepemilikan Tanah, Lie Fong Moij Wadul Ke Denpom IV/2 Yogyakarta
Papan pengumuman yang dipadang di lahan.
SLEMAN (info-jogja.com)  - Kuasa Hukum Lie Fong Moij mengadukan  ke Denpom IV/2 Jogjakarta  atas    kepemilikan tanah bekas asrama Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) di Jalan Kaliurang KM 4,5, Desa Caturtunggal, Depok, Sleman, Selasa  (17/1/2017).

Sebelumnya melalui kuasa hukumnya dari  kantor pengacara Layung Purnomo SH MH dan rekan telah  memasang papan pengumuman atas kepemilikan tanah tepat di pinggir Jalan Kaliurang Km 4,5  seluas 3.200 m2.

Belum genap satu hari papan pengumuman tersebut raib . Dibeberkan   salah satu  penasenat hukum  Yacob Richwanto SH didampingi Sudjadi Wisnu Murti SH  berdasarkan  keterangan  dari penjaga yang bertugas menjaga lahan menyatakan bahwa papan pengumuman dirusak oleh oknum TNI AD pada Selasa (17/1) pukul 01.00 WIB.

"Papan pengumuman dirusak dengan cara memotong tiang penyangganya menggunakan gergaji. Kami pun tidak tahu dimana papan pengumuman tersebut berada,"ungkapnya saat berada di Markas Detasemen Polisi Militer (Pom) IV/2 , Selasa (17/1).

Pada papan pengumuman   tertera berupa  tulisan “Tanah Ini Telah Dieksekusi Berdasarkan Berita Acara Eksekusi No.18/Pdt.G/2005/PN Slmn Jo No.03/Pdt.E/2006/PN. Sleman dan No. 19/Pdt.G/2005/PN.Slmn Jo No.04/Pdt.E/2006/PN.Slmn”.

“Selain perusakan papan itu , TNI AD menduduki tanah dengan cara memasang tenda dan menugaskan personil untuk menjaga tanah milik klien kami, “ jelasnya.

 Atas  tindakan tersebut pihaknya   melaporkan kejadian  ini   ke Denpom IV/2 Jogjakarta.
"Kami berharap Denpom menindaklanjuti laporan kami. Sebab, apa yang dilakukan TNI AD melanggar hukum. Sebab, menduduki tanah milik warga tanpa ijin," tambah dia.

Terpisah Dandenpom IV/2 Letkol CPM  Yudi Wahyudi kepada info-jogja.com membenarkan adanya laporan itu dan menyebut penanganan dilakukan Kepala Hukum Kodam IV Diponegoro.

“ Berkaitan dengan laporan perkara tanah itu ditangani langsung oleh Kakumdam IV Diponegoro,” singkatnya , Selasa sore  (17/1).

Penulis : Eko Purwono
Forum Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi Kristen dan Katolik Se-Indonesia di UAJY
Suasana acara

SLEMAN (info-jogja.com) - Perguruan tinggi bertanggung jawab untuk melayani kebutuhan masyarakat akan pendidikan tinggi formal. Demikian juga dengan hadirnya Perguruan Tinggi Kristen dan Katolik di Indonesia, yakni  untuk mendidik generasi muda serta memberi kontribusi terhadap keberlangsungan pendidikan tinggi di Indonesia.

Berbagai peguruan tinggi Kristen dan Katolik juga berupaya mendapatkan dan mengelola jejaring (network) dan melakukan kerjasama dengan berbagai pihak demi terbukanya peluang di era globalisasi saat ini. 
Menyikapi persoalan tersebut Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FE-UAJY) menyelenggarakan “Forum Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Perguruan Tinggi Kristen dan Katolik Se-Indonesia”  di Ruang Seminar Lantai 4, Kampus III Gedung Bonaventura, Kamis- Jumat  (12- 13 /1/2017 ).
Ini  merupakan perwujudan syukur atas diraihnya akreditasi A oleh ketiga proram studi FE-UAJY yaitu  Manajemen, Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan.
 Diskusi dihadiri oleh para Dekan Fakulstas Ekonomika dan Bisnis Perguruan Tinggi Kristen dan Katolik di Indonesia,diikuti  sejumlah 25 perutusan.

Diskusi kali ini menghadirkan  beberapa pembicara diantaranya Ignatius Agus Putranto M.Si,  Dr. BM.  Purwanto, MBA dan Romo Paulus Wiryono yang  dimoderatori oleh Nadia Nilasari, SE, MBA.
 Ada  3 pokok bahasan  pada  topik besar, yaitu Developing International Network , International Standardization & Accreditation serta Maintaining & Implementing Christian Values in Higher Education.

Pada hari  pertama dibuka oleh Ignatius Agus Putranto M.Si yang membahas mengenai Developing International Network (Internasionalisasi).

 “Sehebat apapun perguruan tinggi, kalau tidak ada partner/connectedness index maka tidak mungkin bisa menuju ke era Global” kata dosen Ilmu Komunikasi tersebut.

 Hari kedua diskusi di lanjutkan oleh Dr. BM.  Purwanto, MBA yang membahas mengenai International Standardization & Accreditation.

 “Standarisasi Internasional menjadi penting untuk menjalankan pendidikan tinggi. Selain itu, akreditasi Internasional yang nantinya  akan memperkuat peran dan posisi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Perguruan Tinggi Kristen dan Katolik di Indonesia.” terangnya.

Sementara di sesi terakhir  di tutup oleh  Romo Paulus Wiryono yang membahas mengenai Implementing Christian Values in Higher Education.

 Menurut Romo Paulus Wiryono pengelolaan dan implementasi nilai-nilai Kristen dan Katolik juga merupakan hal yang harus diperhatikan dalam dinamika akamedik dan non-akademik sehari-hari mengingat perguruan tinggi ada di tengah masyarakat yang beragam.

Penulis : Eko Purwono
SD TK Kanisius Kotabaru I Gelar Perayaan Natal Dengan Nuansa Berbeda
Suasana perayaan Natal di Aula SCJ Skolastikat
SLEMAN (info-jogja.com) -  SD dan TK Kanisius Kotabaru I Yogyakarta  menggelar Perayaan Natal Bersama di  SCJ Skolastikat Jalan Kaliurang Km 7,5 Banteng, Kecamatan  Ngaglik , Kabupaten Sleman, Sabtu  pagi ( 14/1/2017).

Kegiatan ini dilakukan  serempak bersama  Komunitas Sekolah Katolik (KSK) se- Kota Yogyakarta. Perayaan kali ini berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya. 

“ Ada yang berbeda pada  perayaan  ini dibandingkan pada tahun sebelumnya,  kali ini  kita  lebih banyak melibatkan orang tua siswa  , sesuai kesepakatan dan permintaan orang tua  maka kita pilih tempat ini ,” beber  Kepala Sekolah SD TK Kanisius Kotabaru I, Dewi Marlina Candrawati kepada info-jogja.com , Sabtu  ( 14/1/).

Program tahunan  sekolah peraih akreditasi peringkat A dengan nilai 94 ini diikuti 280 peserta.” Peserta terdiri dari siswa siswi TK  SD dan orang tua siswa seluruhnya berjumlah 280 orang . Pagi harinya dilakukan misa bersama Romo Ari dan selanjutnya digelar panggung hiburan dengan melibatkan  6 orang frater , “jelasnya.

Pihaknya berharap melalui  kegiatan ini siswa didik  lebih memahami  kehidupan  dan sosok seorang frater .

 “ Melalui acara ini diharapkan siswa lebih paham kehidupan dan ketugasan  frater, selain juga merekatkan hubungan persaudaraan antar siswa dan antar  orang tua,” pinta dia.

Pada kesempatan tersebut dimeriahkan   pula dengan berbagai kreasi seni diantaranya musik Klotekan, Angklung , Biola  , Cajon , aneka tarian   serta pembagian  aneka doorprize menarik.

Sementara salah satu orang tua  siswa , Danik Windya Kusuma mengapresiasi event keagamaan ini. ”Kegiatan semacam  dapat   menambah wawasan siswa didik, tidak hanya teori semata. Kedepan kami berharap sekolah ini makin inovatif dan kreatif sehingga kualitas kelulusannya makin baik,” sebutnya.

 Penulis : Eko Purwono
Setelah Dinyatakan DPO, Polda DIY Ringkus PEC Di Bogor
Logo Polda DIY
SLEMAN (info-jogja.com) – Polda Daerah Istimewa Yogyakarta ringkus mantan pendiri lembaga pendidikan  PEC di kawasan Bogor , Rabu (11/1)  setelah  dirinya  masuk daftar pencarian orang (DPO) selama tiga bulan.

Kebenaran penangkapan   tersebut diungkapkan  Direskrimun Polda DIY , Kombes Pol Frans Tjahyono melalui Kasubdit II Harda AKBP Teguh Wahono. 

“ Dua hari yang lalu PEC ditangkap anggota kami  di daerah Bogor, sebelumnya yang bersangkutan dinyatakan DPO  selama 3 bulan ,dan langsung kita tahan,“ jelasnya kepada info-jogja.com, Jumat  pagi (13/1/2016).

Modusnya dilakukan  dengan membuat pernyataan di depan pejabat Notaris seolah-olah masih memegang  merek Primagama padahal sudah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta dan sudah inkrah.

“  Dirinya tersangkut kasus pidana dengan   cara menempatkan  keterangan palsu dalam  suatu  keterangan otentik di depan  notaris seolah-olah masih memiliki merek Primagama padahal sudah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta dan sudah dilelang dan  dimenangkan  oleh PT Prima Education International , “ beber dia.

Lanjut dia surat pernyataan tersebut diberikan kepada pihak  franchise lain , ahkirnya  untuk menggugat tersangka dan pemenang  lelang.

“ Pelapor menderita kerugian sebesar Rp 11 miliar , kepada yang bersangkutan kita sangkakan dengan  pasal 266 KUHP,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis belum didapatkan keterangan dari pihak tersangka.

Penulis : Eko Purwono