Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

YOGYAKARTA (info-jogja.com) - Fenomena penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif (Napza) dikalangan generasi muda sangat naif untuk dapat diberantas total. Dibutuhkan upaya  pencegahan dengan menerapkan metode dan pendekatan yang lebih menonjolkan pada proses riil.

Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta Muhammad Ali Syeh Banna menjelaskan bahwa Bapas memiliki tugas dan fungsi dalam menangani  anak yang berhadapan dengan hukum (ABH).” “ABH ini kami dampingi mulai pada tahap penyidikan, penuntutan, putusan pengadilan dan paska menjalani putusan melalui pendapingan, kami juga melibatkan peran Rumah Kreatif Bapas Jogja (RKBJ),”tutur dia.


Ketua RKBJ, Jarot Wahyu Winasis  menjelaskan bahwa pihaknya  sudah menerapkan konsep pada program yang sudah disusun dalam pendampingan  ABH ini.“Di RKBJ terdapat program terapi doa dan pijat energi serta  program kompetisi melalui media olahraga dan kesenian,itu merupakan upaya kami untuk menekan peredaran gelap napza,”jelas Ketua RKBJ Jarot Wahyu Winasis didampingi Kasi BKA  Bapas Yogyakarta ,Hartono.

Menurut pria yang juga ditugaskan sebagai pembimbing kemasyarakatan ini, upaya yang lain melalui kompetisi dengan media olahraga dan kesenian kondisi tersebut erat kaitannya dengan konsep penyembuhan di masyarakat pada umumnya.” Dengan disiplin ilmu phatologi. Yang terpenting konsisten dan komitmen bersama  pada semua leading sector,”ungkap dia didampingi Kasi BKA  Bapas Yogyakarta ,Hartono.


Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP DIY dr Pekik Peni Pertiwi menjelaskan bahwa upaya rehabilitasi bisa dilakukan secara absolut  melalui pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) dan skrining di seluruh sekolahan yang ada di DIY.

 Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga  DIY Baskoro Aji mengapresiasi  keberadaan analisa problem solving yang ditawarkan oleh  Bapas Jogja dan BNNP DIY,  hal lain pihaknya  menyambut upaya  penyelesaian masalah penyalahgunaan napza di DIY dengan MoU serta implementasinya yang di programkan secara terpadu dengan  Bapas Kelas I Yogyakarta.

Penulis : Eko Purwono
-
Akta Yudistira Setiawan saat mendampingi salah satu UMKM Mustahik di Jogja Halal Fest di JEC.
BANTUL  (info - jogja.com) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pusat membuka stand di area Jogja Halal Fest di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta yang digelar pada  11 - 14 Oktober 2018. Baznas Pusat memiliki ProFinance serta mitra binaan di Yogyakarta sebanyak 231 mustahik.

Dijelaskan  Microfinance Manager Bisnis Development  Service Baznas Pusat, Achta Yusticia Griyawan bahwa dana yang sudah disalurkan saat ini sebanyak Rp 817,5 juta."Baznas ProFinance memiliki visi sebagai lembaga keuangan ProFinance non profit,"jelas dia.

Menurut Setiawan tujuan pemberdayaan melalui UMKM mustahik yang salah satu  didalam program dan kegiatan di Jogja Halal Fest yakni untuk memberikan satu media promosi dan pemasaran bagi produk.Berproduksi lebih baik serta meningkatkan kesejahteraan.

."Harapannya dengan Jogja halal fest ini kedepan mereka mitra binaan mendapatkan pemasaran baru karena saat ini pola jaringan distribusi mereka sangat konvensional dengan penyetoran pedagang besar atau tengkulak.Kita tau sendiri bahwa mereka hanya mendapat keuntungan  sangat kecil sedangkan tengkulak atau pedagangnya mendapat keuntungan besar. Karena itu dengan pameran seperti ini kita memiliki tujuan bisa mengenalkan produk secara langsung kepada pembeli,"ungkap dia.

Event Jogja Halal Fest ini merupakan edisi terbesar untuk mengedukasi masyarakat, bahwa mengkonsumsi  produk halal itu adalah sesuatu  wajib.Karena itu adalah bagian dari syariah Islam.

"Saat ini kesadaran masyarakat terhadap konsumsi produksi halal meski belum maksimal namun sudah ada peningkatan. Alhamdulillah saat ini sudah ada banyak produksi yang sudah tersertifikasi halal oleh MUI.Ke depan Baznas Pusat akan melakukan pendampingan terhadap semua produk mustahik agar nantinya tidak hanya berkualitas, tapi juga memiliki legalitas seperti memiliki label  P- IRT dan sertifikasi halal,"mintanya.

Penulis. :  Maryatun
- -
Penyerahan secara simbolis kunci Mobil Rush oleh Wabup Sleman Sri Muslimatun.
SLEMAN (info- jogja.com)  - PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY kembali melakukan penarikan undian hadiah tabungan Sutera dan Sutera Emas Bank BPD DIY dengan ratusan hadiah menarik, yang tak kalah menariknya ribuan nasabah bank BPD DIY disuguhi hiburan gratis penyanyi papan atas Nella Kharisma.

Pengundian hadiah utama berupa 1 unit Mobil Toyota Rush dilakukan oleh Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun. Nasabah  Bank BPD Sleman atas nama Saleh Hartono mendapatkan keberuntungan  hadiah utama, sayangnya yang bersangkutan tidak hadir dalam acara tersebut,  penyerahan hadiah diwakili oleh jajaran direksi.

“Ini sebagai bentuk apresiasi kepada nasabah bank setia Bank BPD DIY. Selain itu kegiatan   merupakan rangkaian acara untuk menyambut HUT PT Bank BPD DIY ke- 57,”tutur Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad bersama Direktur Pemasaran R Agus Trimurjanto, Direktur Umum Cahya Widi  dan Direktur Kepatuhan Dian Ariani disela kegiatan di Stadion TGP Margoluwih Seyegan Jumat (12/10/2018) malam.

Bank BPD DIY jelas Rohmat, selalu prima dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada nasabah dan warga masyarakat Yogyakarta, sekaligus pengenalan produk diantaranya tabungan M- Banking, SMS Banking, Payment Banking serta produk kredit dengan bunga yang sangat bersaing.

”Acara ini  untuk mempopulerkan Kabupaten Sleman, karena dengan konser musik bisa menarik masyarakat dan wisatawan untuk berkunjung, sehingga akan mampu menarik minat masyarakat untuk memilih produk kami,”jelasnya.

Sementara itu, Wabup Sleman Sri Muslimatun  mengatakan persaingan bisnis antar lembaga bank akan menyebabkan perkembangan pada lembaga bank yang akan maju pesat, di sisi lain ada juga bank yang akan kesulitan mengembangkan usahanya.”Maka lembaga bank dituntut untuk selalu kreatif dan inovatif untuk mengundang minat masyarakat agar memakai jasanya,” paparnya.

Hadiah berupa 3 unit  mobil Honda Mobilio diraih masing-masing oleh Tri Ariani, Sudjud alias Sastro Wiyono dan  Budi Rahayu. Selain itu ada ratuasan hadiah menarik diantaranya 49 unit sepeda motor Honda Beat, 70  Smartphone merk Samsung serta  90 unit LED TV 32 inch.

Penulis : Maryatun.
-
Dr Vera Kurniawati (kaus kuning)  memberikan santunan kepada perwakilan Yayasan Panti Asuhan.
YOGYAKARTA ( info- jogja.com) – Sebagai ahli waris sekaligus pengelola usaha mendiang R Hoei Herianto Kurniawan SH MBA atau Koh Bing, sebagai anak kandung Dr Vera Kurniawati selalu berupaya menjadi sosok seperti yang selalu dilakukan almarhum.

“Papa dulu kan suka donor darah, jadi kita ngadain pada Kamis 4 Oktober 2018 jam 10.00 WIB, semoga papa diterima di sisi Tuhan dosa- dosanya diampuni sehingga beliau bahagia di surga sampai ketemu nanti,”tutur Vera disela memperingati 100 hari meninggalnya Koh Bing, kemarin

Vera kini  memegang amanah sebagai ahli waris sekaligus melanjutkan usaha Toko Mas Kranggan di Jl. Laksda Adisucipto No. 16 A Yogyakarta, ini merupakan salah satu  usaha yang dirintis Koh Bing.”Omsetnya pastinya setiap bulan meningkat, mungkin kalau dulu modelnya ibu- ibu tapi sekarang modelnya mengikuti jaman now,” terang dia.

Diungkapkanya pada setiap bulan dagangan emas tetep ada perkembangan.”Kita tetap terus konsisten di emas batangan, karena saya yang pegang modelnya banyak saya perbarui, lebih ke jaman now dan tentunya lebih modern, bagi pelanggan Toko Mas Kranggan jangan khawatir untuk beli emas di toko kami karena kita tetap menyediakan emas tua. Sambil berhias sambil berinvestasi, investasi dalam bentuk rumah susah jualnya, investasi di bank takut kena pajak,”rinci dia.

Rangkaian memperingati 100 meninggalnya Koh Bing diisi dengan berbagai agenda bakti sosial diantaranya donor, tahlilan,  bagi 500 paket sembako dan pemberian santunan bagi beberapa yayasan serta Panti Asuhan. Kegiatan dipusatkan  di Golden Inn Jl. Monjali No.199 Padukuhan  Kutu Dukuh, Desa  Sinduadi, Kecamatan, Sleman.

Penulis. :  Maryatun
YOGYAKARTA  ( info- jogja.com) – Seperti kebiasaan yang pernah  dilakukan mendiang Andreas Hoei Herianto Kurniawan SH MBA atau akrab disapa Koh Bing, selalu berbagi dan peduli wong cilik, kebiasaan serupa dilanjutkan oleh Keluarga Toko Mas Kranggan, Golden Clinic dan Golden Inn.

Uztad Nanang Sunarya diapit Titin Susilowati SH  (kanan) dan Dr Vera Kurniawati (kiri)
“Kita bisa merasakan kebersamaan, itulah yang membuat kami untuk tetap tergerak melakukan apa yang beliau lakukan semasa hidupnya, kali ini kita bagikan 500 paket sembako dan tahlilan dipimpin oleh uztad Nanang Sunarya,”tutur isteri almarhum Titin Susilowati SH didampingin Dr Vera Kurniawati disela  memperingati 100 hari meninggalnya Koh Bing,kemarin.

Selain itu digelar pula donor darah berhadiah emas pada 4 Oktober 2018, sedangkan pada 2-3 Oktober 2018 pihaknya mengundang Panti Asuhan, Yayasan Kristen dan Yayasan Katholik.

Suasana usai tahlil dan pembagian paket sembako
”Donor darah merupakan bentuk kepedulian  kita terhadap sesama, dan visi ini harus berhasil sehingga harus ada beberapa faktor yaitu dengan mengadakan kegiatan donor darah berhadiah emas. Hadir  teman dan saudara diantaranya dari  Perkumpulan PMSTI, Perwacy, Bhinneka untuk bersama- sama misa arwah, serta ada satu yayasan yatim piatu dari Ganjuran,”jelasnya.

Pemberian santunan untuk beberapa Yayasan Panti Asuhan diadakan di Golden Inn Jl. Monjali No.199 Padukuhan Kutu Dukuh, Sinduadi, Mlati, Sleman.

Penulis : Maryatun